Profil Pj Gubernur Bustami, Rekam Jejak Karier dan Jumlah Kekayaan

Pj Gubernur Aceh Bustami
Pj. Gubernur Aceh Bustami Hamzah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2023 dalam Sidang Paripurna DPRA, di Banda Aceh, Senin (22/4/2024). Foto: acehprov.go.id

Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah belum bersuara jelas perihal dukungan kepadanya untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2024. Namun, informasi beredar menyebutkan mantan Sekretaris Daerah Aceh ini dekat dengan Partai Nasdem.

Beberapa hari terakhir, baliho dan spanduk dukungan terhadap Bustami bertebaran di sejumlah kota di Aceh. Mulai dari Banda Aceh, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, dan teranyar pada Kamis, 25 Juli 2024, spanduk dukungan untuk Bustami terpajang di beberapa titik di Kota Lhokseumawe. Tidak hanya itu, muncul juga dukungan dari masyarakat yang menamakan dirinya Relawan Bustami (RBT).

Lantas, seperti apa rekam jejak pria kelahiran Sigli,  22 Juli 1967 ini?

Rekam Jejak Karier Bustami Hamzah

Dari laman e-Keurani yang diakses pada Kamis, 25 Juli 2024, Bustami memulai karier pegawai negeri sipil dengan pangkat Penata Muda golongan III/a sejak 1 Maret 1996. Sumber Line1.News menyebutkan, suami Mellani Subarni ini pernah menjadi ajudan Bupati Pidie Jakfar Is pada 1990-an. Di luar pekerjaannya, Bustami juga sempat aktif di KNPI Aceh pada 1995.

Pada 2004, Bustami meraih pangkat Penata dengan golongan III/c. Tahun yang sama, ia memangku jabatan sebagai Kepala Sub Bagian tata Usaha Keuangan Sekretariat Daerah Aceh. Pada 2008, alumni SMA Tijue–sekarang SMA Negeri 1 Sigli–lulusan 1987 ini dipindahkan ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh sebagai Kepala Sub Bagian Umum.

Pada akhir 2008, Sarjana Ekonomi Universitas Syah Kuala (lulus 1994) tersebut dipercayakan sebagai Sekretaris Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh. Setelah lima tahun menjabat, Bustami diangkat menjadi Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh.

Pj Gubernur Bustami: Tolong Pikirkan Aceh

Setahun kemudian ia menjabat Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Keuangan. Lalu pada 2019 hingga 2021, Bustami menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh. Pada Juni 2021, ia sempat menjadi Analis Jabatan di Sekretariat Daerah Aceh. Lalu pada 8 September 2023 ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah Aceh oleh Pj Gubernur Achmad Marzuki.

Magister Keuangan Daerah Universitas Padjajaran Bandung–lulus 2002–tersebut dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Rabu, 13 Maret 2024. Pelantikan berlangsung di Lantai 3 Gedung C, Kemendagri di Jakarta.

Selama kariernya di birokrasi, Bustami mengikuti beberapa diklat seperti Spamen dan Prajabatan Golongan III yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara. Pada 2009, ia mengikuti diklat Antisipasi Penggabungan dan Penghapusan Daerah Otonom Terkait Rendahnya Capaian Kinerja dan Pembangunan Daerah Serta Evaluasi Peringkat Kinerja SKPD Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota di Lemhanas.

Harta Kekayaan Bustami Hamzah

Lalu, seberapa banyak harta kekayaan Bustami? Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 29 Maret 2024, Bustami memiliki total harta kekayaan Rp20 miliar lebih.

Dari rincian di laman LHKPN KPK, harta kekayaan Bustami paling banyak berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp9 miliar lebih. Ada 34 item tanah dan bangunan hasil sendiri maupun hibah tanpa akta, yang berada di Aceh Jaya–paling banyak, Pidie, Banda Aceh, serta Aceh Besar.

Harta kekayaan kedua terbanyak Bustami berasal dari kas dan setara kas senilai Rp6 miliar lebih. Selanjutnya alat transportasi dan mesin senilai Rp2 miliar lebih, terdiri dari mobil dan motor.

Rinciannya, Toyota Alphard tahun 2013 (warisan), dua unit Mitsubishi Tronton Tangki tahun 2011, Mitsubishi Truck Tangki tahun 2013, Mitsubishi Truck tahun 1999, Hino Tronton tahun 2015, dan Toyota Innova tahun 2015. Bustami juga memiliki dua sepeda motor: Vespa P 150 X tahun 1997 dan Honda Vario tahun 2019.

Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp734 juta, surat berharga Rp910 juta, dan harta lainnya Rp500 juta.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy