Aceh Utara, Line1.News – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai penanganan darurat terhadap Bendung Jamuan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu, 19 April 2026. Langkah ini diambil demi menyelamatkan sistem irigasi yang mengairi sekitar 1.600 hektare lahan persawahan warga.
Kondisi Bendung Jamuan sempat kritis akibat perubahan aliran sungai pascabanjir. Tanggul eksisting yang jebol membuat air bergeser dari posisi semula, sehingga distribusi air ke sawah-sawah petani terhenti total.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan infrastruktur irigasi adalah urat nadi ketahanan pangan yang tidak boleh terganggu. “Penanganan ini adalah wujud komitmen Kementerian PU untuk memastikan infrastruktur air berfungsi optimal. Kita harus menjaga stabilitas produksi pertanian nasional,” tegas Menteri Dody, dikutip dari laman Kementerian PU pada Rabu (22/4).
Kolaborasi Pusat dan Daerah
Meski kewenangan irigasi ini berada di bawah pemerintah provinsi, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I langsung turun tangan memberikan dukungan teknis. Alat-alat berat mulai dimobilisasi ke lokasi sejak 19 April 2026.
Strategi penanganan darurat meliputi:
1. Pembangunan tanggul sementara sepanjang 375 meter untuk mengalihkan aliran sungai.
2. Pembuatan kolam tampungan air.
3. Sistem pompanisasi agar suplai air tetap menjangkau lahan pertanian terdampak selama masa perbaikan.
Solusi Permanen di Depan Mata
Tak hanya sekadar “tambal sulam”, Kementerian PU tengah menyiapkan desain penanganan permanen sebagai solusi jangka panjang. Rencananya, akan dibangun bendung baru selebar 100 meter di lokasi yang berjarak 600 meter dari posisi lama, lengkap dengan saluran pembawa menuju intake eksisting.
Proyek permanen ini direncanakan mendapat sokongan dana melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025 maupun program rehabilitasi pascabencana.
Siap Kawal
Langkah taktis ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, mengapresiasi respons cepat pusat dalam menjawab keresahan petani di Jamuan.
Senada dengan itu, Pj. Sekretaris Camat Sawang, Efendi Nur, menyatakan kesiapannya mengawal pengerjaan di lapangan. “Kami berharap fungsi bendung segera pulih agar masyarakat bisa kembali mengolah lahan dan memenuhi kebutuhan air sehari-hari tanpa kendala,” pungkasnya.
Dengan perbaikan ini, infrastruktur air di Aceh Utara diharapkan tidak hanya pulih, tetapi juga lebih tangguh menghadapi perubahan cuaca ekstrem di masa depan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy