Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, melantik 25 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh pada Jumat malam, 27 Februari 2026.
Salah seorang pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik ialah Asnawi sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.
Baca juga: Gubernur Mualem Lantik Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh, Ini Nama-Namanya
Dilihat Line1.News, Rabu, 4 Maret 2026, pada Sistem Informasi Kepegawaian (e-Keurani) Pemerintah Aceh, tidak banyak informasi mengenai Asnawi.
Hanya ada data terhitung mulai tanggal (TMT) CPNS, dan TMT akan pensiun. Belum diisi riwayat jabatan dan pendidikan Asnawi.
Adapun menurut data pada e-Keurani BKPSDM Aceh Utara, Asnawi lulus SDN tahun 1982, SMPN Seunuddon 1985, SMA Pase Pantonlabu 1988, S1 di Universitas Malikussaleh 1999, dan S2 pada tahun 2016.
Asnawi menjadi Kepala Bidang Pengujian dan Peralatan Dinas PUPR Aceh Utara sejak 20 Maret 2018. Jabatan yang sama TMT 1 Januari 2020.
Data pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Asnawi pernah menjabat Kepala Seksi Uji Tanah dan Geoteknik/Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Dinas PUPR Aceh Utara pada akhir 2018.
Informasi dihimpun Line1.News, Asnawi kemudian menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara setelah dilantik oleh Wakil Bupati Fauzi Yusuf pada 6 Januari 2022.
Baca juga: Ini 34 Nama Pejabat Aceh Utara Dimutasi dan Dikukuhkan Ayahwa, Plt. Sekda Jamaluddin
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil alias Ayahwa pada 17 November 2025, melantik Asnawi menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan. Pelantikan tersebut bersamaan dengan 29 pejabat eselon II lainnya di lingkungan Pemkab Aceh Utara.
Dikutip Line1.News, dari elhkpn.kpk.go.id, total harta kekayaan Asnawi senilai Rp11,3 miliar lebih saat masih menjabat Kepala BPBD Aceh Utara.
Dalam LHKPN disampaikan pada 27 Maret 2025, laporan periodik tahun 2024 itu, Asnawi memiliki sejumlah tanah dan bangunan hasil sendiri di Aceh Utara dan Lhokseumwe total Rp6,3 M lebih.
Lalu, Asnawi punya alat transportasi dan mesin hasil sendiri Rp419,5 juta. Di antaranya, mobil honda CRV tahun 2012 Rp225 juta, Land Cruiser Hard Top tahun 1981 Rp150 juta, dan tiga sepeda motor—salah satunya vespa.
Harta bergerak lainnya milik Asnawi Rp252,5 juta lebih, serta kas dan setara kas Rp4,2 M lebih. Asnawi tidak memiliki utang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy