Banda Aceh – Musim panen durian tahun ini sudah tiba. Di sejumlah kabupaten kota di Aceh, durian hasil panen dari kebun masyarakat dijual di beberapa lokasi, mulai gampong kawasan pedalaman hingga pusat kota.
Di wilayah Lhokseumawe, misalnya, durian dari Aceh Utara dijual di bibir Jalan Perdagangan, Jalan Buloh Blang Ara dekat Simpang Buloh, dan Jalan Listrik Pasar Inpres. Harga durian sesuai ukuran buah berkulit berduri itu.
“Ini durian dari Buloh (Aceh Utara). Yang paling besar Rp70 ribu, yang kecil Rp25 ribu,” kata seorang pedagang durian di Jalan Perdagangan Lhokseumawe kepada Line1.News, Rabu malam, 6 Agustus 2025.
Baca juga: ‘Boh Drien Buloh, Padib Saboh?’
Meriahkan HUT RI
Pemkab Aceh Tenggara bekerja sama dengan Kodim 0108/Agara telah menggelar kontes durian unggulan lokal di kawasan wisata alam Lawe Ger-ger, Desa Jongar, Kecamatan Ketambe, Selasa, 5 Agustus 2025. Kontes durian memperebutkan total hadiah Rp10 juta itu untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI yang akan diperingati pada 17 Agustus 2025.
Kontes ini bagian dari upaya pemerintah daerah mencari dan mempromosikan durian lokal terbaik. Tiga durian terbaik hasil seleksi akan diajukan untuk didaftarkan sebagai Varietas Unggul Nasional (VUN).
Penilaian berdasarkan lima kriteria: bentuk dan ukuran buah, edible portion (persentase daging buah), warna, tekstur daging, dan rasa.

[Kontes durian lokal di kawasan wisata alam Lawe Ger-ger, Agara, Selasa, 5 Agustus 2025. Foto: Tangkayan layar akun Youtube Diskominfo Agara]
Kepala Dinas Pertanian Agara, Riskan menyebut 97 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti kontes itu dengan jumlah 163 durian. Hasil seleksi, 21 durian lolos ke tahap akhir penilaian. Dewan juri menetapkan sembilan pemenang.
“Ini langkah awal untuk menjadikan durian lokal kita sebagai produk unggulan. Ke depan, kami akan terus mendukung para petani melalui pelatihan dan pengembangan teknologi pertanian,” ujar Riskan, dilansir laman Pemkab Agara.
Baca juga: Manis Creamy Menggoda Durian Timang Gajah
Bersaing dengan Durian Impor
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Cut Huzaimah menilai durian lokal Agara memiliki potensi besar dikembangkan lebih luas.
“Kami melihat durian dari Agara sudah mendapat tempat di pasar nasional, bahkan bersaing dengan durian impor. Kami akan mendukung proses observasi plasma nutfah untuk didaftarkan ke Kementerian Pertanian,” ujar Cut usai membuka kontes durian itu.
Menurut Cut, jika varietas lokal ini lolos sebagai VUN, maka akan diproduksi benih bersertifikat untuk didistribusikan kembali kepada petani lokal dan daerah lain di Indonesia.

[Salah satu durian saat kontes di Agara, Selasa, 5 Agustus 2025. Foto: Tangkayan layar akun Youtube Diskominfo Agara]
Bupati Agara, M. Salim Fakhry menyebut kontes durian juga bentuk rasa syukur atas potensi pertanian yang dimiliki daerah. Dia berharap kegiatan ini digelar rutin setiap tahun agar menjadi daya tarik wisata baru di Agara.
“Durian lokal kita adalah simbol kekayaan alam dan kerja keras petani. Melalui kontes ini, kita ingin tunjukkan Aceh Tenggara layak jadi daerah penghasil durian berkualitas nasional,” ujarnya.
Pemkab Agara, kata Salim Fakhry, ingin mengangkat potensi durian lokal dengan mendorong para petani terus meningkatkan kualitas komoditas ini. “Dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Baca juga: [FOTO] Berburu Durian Buloh di Pedalaman Aceh Utara
Durian Bantal
Hampir serupa dengan kontes di Agara tahun ini, festival dan lomba durian pernah digelar Traveler Indonesia di pinggir Pantai Pasie Luah, Kecamatan Krueng Sabe, Kabupaten Aceh Jaya pada Juli 2022 lalu.
Melansir aceh.antaranews, 18 Juli 2022, Alif dari tim Durian Traveler Indonesia mengatakan 60 peserta dengan 60 varian durian lokal mengikuti festival itu. Penilaian terdiri dari rasa, tekstur warna, aroma, ketebalan, warna daging, dan postur.
Hasil penilaian, durian bantal asal Gunong Kuali Gampong Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya dinobatkan sebagai juara pertama. Adapun durian jaloe Desa Mon Mata, Kecamatan Krueng Sabee, juara kedua, dan durian kebeu Desa Alue Pande, Kecamatan Panga juara ketiga.
Alif menyebut kegiatan itu untuk mempromosikan wisata Aceh Jaya yang tidak hanya memiliki keindahan alam, tapi juga punya komoditas lezat yakni durian.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy