Lhoksukon – Para guru tingkat SD dan SMP di Aceh Utara mengikuti tes kemampuan membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan di masing-masing Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Jamaluddin mengatakan tes tersebut bagian dari upaya pemerintah daerah membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan pendidikan.
“Guru adalah teladan bagi murid. Maka kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai dasar pembentukan akhlak mulia di sekolah,” ujar Jamaluddin dikutip dari Laman Pemkab Aceh Utara, Rabu, 15 September 2025.
Program tersebut, tambah dia, juga sejalan dengan visi misi Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam di bidang tahfiz Al-Qur’an di kabupaten itu.
Melalui tes itu, kata Jamaluddin, diharapkan para guru dapat meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengamalkan isi kandungan kitab suci dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut lanjutan dari tes serupa yang sebelumnya diperuntukkan bagi para kepala sekolah SD dan SMP. Tes baca Al-Qur’an bagi kepala sekolah tersebut telah berlangsung beberapa waktu lalu di Aula Sekdakab Aceh Utara.
Setelah para guru, kata Jamaluddin, siswa-siswi juga dites baca Al-Qur’an. “Kita nanti akan melihat tingkatan para siswa-siswi dalam membaca Al-Qur’an, tingkat SD dan SMP, dimana ada tiga kategori, mampu, kurang mampu, dan tidak mampu,” ungkapnya.
Para siswa-siswi yang mampu, kata Jamaluddin, nantinya akan mengikuti tahfiz Al-Qur’an di setiap SD dan SMP di Aceh Utara. Sedangkan yang tidak mampu membaca akan mengikuti remedial atau pengulangan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy