Jakarta – Untuk menekan impor Liquified Petroleum Gas (LPG), pemerintah berencana menggantinya dengan Dimethyl Ether (DME) pada tahun ini. DME merupakan hasil olahan atau pemrosesan dari batubara berkalori rendah.
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia konsumsi LPG nasional mencapai 10 juta ton per tahun. Namun produksi LPG dalam negeri baru sekitar 1,6 juta ton.
“Artinya kita itu impor 8,4 juta ton untuk menuhi kebutuhan dalam negeri. Berapa ratus triliun itu devisa kita keluar,” ujar Bahlil saat temu pers capaian kinerja sektor ESDM 2025 di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026, dilansir Detik.com.
Pabrik LPG dalam negeri, kata dia, memakai bahan baku C3 dan C4.
“Sementara gas kita itu lebih banyak di C1, C2. Mau tidak mau harus ada institusi impor. Nah, caranya adalah memanfaatkan baku barang low kalori untuk DME. Itu bisa dipakai untuk mengganti LPG,” sambungnnya.
Menurut Laman Kementerian ESDM, DME memiliki kesamaan sifat kimia maupun fisika dengan LPG. DME bisa menggunakan infrastruktur LPG seperti tabung, storage dan handling eksisting. Campuran DME sebesar 20 persen dan LPG 80 persen disebut dapat digunakan kompor gas eksisting.
DME juga bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk bahan yang dapat diperbarui seperti biomassa, limbah, dan Coal Bed Methane (CBM). Namun saat ini, batu bara kalori rendah dinilai sebagai bahan baku paling ideal untuk pengembangan DME.
DME memiliki kandungan panas sebesar 7.749 kilokalori per kilogram. Sedangkan LPG senilai 12.076 kilokalori per kilogram. Namun, DME memiliki massa jenis lebih tinggi sehingga perbandingan kalori dengan LPG sekitar 1 berbanding 1,6.
Pemilihan DME untuk subtitusi sumber energi juga disebut mempertimbangkan dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20 persen. LPG per tahun menghasilkan emisi 930 kilogram CO2, sedangkan DME 745 kilogram CO2.
Di samping itu, kualitas nyala api yang dihasilkan DME lebih biru dan stabil, tidak menghasilkan partikulat matter dan NOx, serta tidak mengandung sulfur.
DME merupakan senyawa eter paling sederhana mengandung oksigen dengan rumus kimia CH3OCH3 yang berwujud gas sehingga proses pembakarannya berlangsung lebih cepat dibandingkan LPG.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy