Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Dimulai 10 Februari, Apa Saja yang Diperiksa?

Ilustrasi cek kesehatan
Ilustrasi cek kesehatan. Foto: unsplash.com/mufidpwt

Jakarta – Pemerintah akan memulai program pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak mulai Senin, 10 Februari 2025, di seluruh Puskesmas dan klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Namun, setiap Puskesmas diberikan kuota masing-masing maksimal 30 orang per hari. “Kita tetapkan kuota maksimal pendaftaran digital 30 per hari, melalui Satu Sehat Mobile,” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, dalam konferensi pers Jumat, 7 Februari 2025, dilansir dari detik.com.

Nantinya, kata Maria, peserta bisa mengetahui nomor antrean di aplikasi tersebut. Di situ juga bakal tercantum waktu pemeriksaan masing-masing orang.

Sementara di Puskesmas yang belum terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat karena berada di wilayah dengan hambatan ketersediaan internet, pendaftaran cek kesehatan gratis dilakukan secara manual.

Chief of Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, menyebutkan kemungkinan pemberian bantuan internet tambahan di wilayah-wilayah tersebut dengan melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Di Kalimantan Timur, kata dia, ada enam Puskesmas dengan internet belum memadai. “Tetapi secara keseluruhan ada 400 Puskesmas di Indonesia [dengan hambatan internet]. Ini akan kita support juga dengan bantuan Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk bisa membantu menyiapkan beberapa akses internet tadi.”

Apa Saja yang Dicek?

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah melapor perkembangan program cek kesehatan gratis kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025.

“Jadi tadi rapat mengenai update program cek kesehatan gratis. Diputuskan oleh beliau, nanti tanggal 10 Februari ini sudah bisa jalan di Puskesmas-Puskesmas dan juga klinik-klinik,” ujar Budi usai pertemuan.

Program cek kesehatan gratis, kata Budi, dirancang untuk mencakup seluruh populasi Indonesia, dari bayi baru lahir hingga orang lanjut usia. Namun, pemeriksaan kesehatan gratis ini dilakukan secara bertahap, dengan mekanisme yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia.

Untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun dan di atas usia sekolah, pemeriksaan akan dilakukan saat mereka berulang tahun, ditambah waktu toleransi satu bulan. Sementara untuk anak usia sekolah, pemeriksaan akan dilakukan saat mereka masuk sekolah pada Juli mendatang.

“Dilakukannya di mana? Di 10.000 puskesmas dan 15.000 klinik yang sudah bekerjasama dengan BPJS,” jelasnya.

Budi juga mengatakan jenis pemeriksaan yang dilakukan bervariasi sesuai tahapan usia. Untuk bayi baru lahir, terdapat 6 jenis screening, balita 8 jenis, anak usia SD hingga SMA 11 hingga 13 jenis, dewasa 19 jenis, dan lansia 19 jenis pemeriksaan.

“Mungkin yang baru-baru, misalnya screening jiwa, kan dulu kita nggak pernah screen tuh. Sekarang screening jiwa mulai anak sekolah, SD udah kita screening. Karena kita juga hasil survei kesehatan yang terakhir lihat bahwa ternyata banyak, 1 dari 10 kita punya gangguan anxiety atau depresi yang wajib jadi itu kita screening juga,” ucapnya.

Baca juga: Pemeriksaan Kesehatan Mental Gratis untuk Warga RI Direncanakan Mulai Bulan Ini

Selain itu, program tersebut juga mencakup screening kanker bagi kelompok usia di atas 40 tahun, dengan fokus pada kanker payudara dan serviks bagi perempuan, serta kanker paru dan kolorektal bagi laki-laki.

Program cek kesehatan gratis, kata dia, membutuhkan anggaran besar yang kini masih dalam proses penyesuaian. Anggaran awal yang disiapkan sebesar Rp4,7 triliun, namun sempat mengalami pemotongan akibat prioritas belanja negara yang beragam.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy