Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe menganggarkan pengadaan mobil dinas wali kota, wakil wali kota, ketua dan wakil ketua PKK dalam APBK 2025. Wali Kota Lhokseumawe terpilih, Sayuti Abubakar menolak mobil dinas jenis Toyota Prado, Alphard atau All New Vellfire. Menurutnya, pengadaan mobil Fortuner untuk wali kota dan wakil bisa menghemat anggaran daerah.
Data pengadaan mobil dinas baru itu dilihat Line1.News, Senin, 10 Februari 2025, pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) Sekretariat Daerah Lhokseumawe tahun anggaran 2025. Yakni, dua mobil New Fortuner total pagu Rp1,5 miliar, dua mobil Innova Zenix Rp1,2 miliar, dan satu mobil Hiace Commuter M/T Rp547,2 juta lebih. Pengadaan lima mobil total pagu anggaran lebih Rp3,3 miliar itu menggunakan metode pemilihan e-purchasing.
Pelaksana tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, Muhammad Ridhwan, membenarkan penganggaran pengadaan dua mobil New Fortuner bersumber dari APBK 2025 untuk wali kota dan wakil wali kota periode 2025-2030.
Sedangkan dua mobil Innova Zenix, kata Ridhwan, akan diperuntukkan kepada istri wali kota dan istri wakil wali kota sebagai ketua dan wakil ketua Tim Penggerak PKK Kota Lhokseumawe.
“[Satu mobil Hiace] rencananya kemana coba konfirmasi KBU [Kabag Umum],” ucap Ridhwan via pesan singkat, Senin (10/2) kemarin.
Kepala Bagian Umum Setda Lhokseumawe, Ridha Fahmi, belum menjawab pertanyaan yang dikirim via Whatsapp, Senin (10/2) kemarin.
Lebih Penting Kebutuhan Rakyat
Wali Kota terpilih, Sayuti Abubakar mengakui telah berkomunikasi dengan pihak Pemko Lhokseumawe soal mobil dinas. Dia menegaskan menolak mobil dinas jenis Toyota Alphard, All New Vellfire atau Prado lantaran dinilai terlalu mewah. Untuk mobil dinas wali kota dan wakil, kata dia, Fortuner saja.
“Satu Alphard yang harganya Rp1,6 miliar, cukup untuk dua mobil Fortuner; satu untuk operasional wali kota dan satu untuk wakil wali kota. Karena kita harus hemat anggaran, apalagi DAU [Dana Alokasi Umum] dan DOKA [Dana Otonomi Khusus Aceh] untuk Pemko Lhokseumawe tahun ini juga mengalami pemangkasan dari pusat,” kata Sayuti via telepon, Selasa (11/2).
Baca juga: ‘Hemat ABPN’ Ala Prabowo, Ini 17 Kementerian/Lembaga Tak Terkena Pemotongan Anggaran
Sayuti menegaskan, “Mobil (dinas) ini tidak terlalu penting, yang lebih penting kebutuhan rakyat”.
Dia menolak mobil dinas jenis Alphard, All New Vellfire atau Prado lantaran memiliki kendaraan pribadi. “Saya tidak minta mobil dinas yang semewah itu, karena saya punya mobil pribadi, Alphard, Mercy (Mercedes-Benz) dan segala macam. Mengingat anggaran terbatas, untuk mobil dinas wali kota dan wakil (periode 2025-2030) maksimal Fortuner saja, lebih hemat,” tegas Sayuti.
Sayuti mendapat informasi dari Pemko Lhokseumawe, pengadaan mobil dinas wali kota dan wakil wali kota periode 2025-2030 sedang dalam proses.
Minta Pengadaan Hiace Dibatalkan
Sayuti berharap Pemko Lhokseumawe membatalkan rencana pengadaan satu mobil Hiace yang dianggarkan dalam APBK 2025. “Hiace itu belum dibeli, saya sarankan dibatalkan karena Presiden dan Mendagri telah menginstruksikan semua daerah untuk efisiensi anggaran belanja. Jadi, meskipun saya belum dilantik, menunggu beberapa hari lagi, tapi pemda tentu harus koordinasi dengan wali kota terpilih,” ujarnya.
Baca juga: [WAWANCARA] Syech Muharram: Lon Rencana Kon Bupati Bak Kanto
Untuk diketahui, Wali Kota Lhokseumawe periode 2017-2022, Suaidi Yahya menggunakan mobil dinas All New Vellfire. Mobil kembaran Alphard itu dibeli oleh pemko Rp1 miliar bersumber dari APBK 2017.
Sedangkan Wakil Wali Kota Lhokseumawe periode 2017-2022, Yusuf Muhammad menggunakan mobil Fortuner, yang dibeli pemko dengan APBK 2016. Kedua mobil dinas itu telah dijual pemko kepada Suaidi dan Yusuf pada Juli 2022, pengujung masa jabatan mereka.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy