Banda Aceh – Tim dari Departemen Peternakan dan Kedokteran Hewan FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan teknologi pakan fermentasi dan manajemen limbah zero waste kepada peternak sapi di Desa Tanjung Selamat, Aceh Besar.
Program yang menyasar Kelompok Ternak Beuna Hase itu bertujuan meningkatkan produktivitas sapi potong sekaligus menciptakan peternakan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Tim diketuai Profesor Samadi bersama Profesor Sugito dan beranggotakan beberapa akademisi lainnya. Mereka memberikan pelatihan yang berfokus pada dua aspek utama. Pertama, pemanfaatan bahan pakan lokal yang mudah dan murah menjadi pakan konsentrat bergizi tinggi. Metode ini disebut tidak hanya menekan biaya pakan, tetapi juga memastikan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan ternak.
Kedua, peternak diajarkan mengolah limbah padat ternak menjadi pupuk organik padat tricho kompos, yang dapat digunakan kembali untuk menyuburkan lahan pakan. Inovasi ini dinilai menciptakan siklus yang efisien dan meminimalkan dampak lingkungan.
Tim USK juga menggunakan metode evaluasi yang terukur. Sebelum dan sesudah pelatihan, para peserta diberikan tes untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka. Hal ini menjadi bukti nyata efektivitas program dan landasan untuk pendampingan berkelanjutan.
“Kami merasa sangat terbantu dengan ilmu yang diberikan. Program ini memberikan pengetahuan baru yang sangat praktis, dan kami berharap bisa terus mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan usaha ternak kami,” ujar Ketua Kelompok Ternak Beuna Hase, Zulfitri, Jumat, 12 September 2025, dilansir dari Laman USK.
Samadi menyebutkan, melalui pelatihan itu, USK memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam memberdayakan masyarakat, menghadirkan solusi konkret bagi masalah ketahanan pangan, dan membuktikan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis bagi peternak rakyat.
“Kami akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan teknologi ini benar-benar diterapkan. Tujuannya agar inovasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan peternak dan performa sapi potong.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy