Rumah Wartawan Tribata TV di Karo Ternyata Dibakar, Dua Pelaku Ditangkap

Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam dan Pangdam I BB Mayjen Mochammad Hasan memberikan keterangan pers kasus kebakaran rumah wartawan Tribrata TV Sempurna Pasaribu di Karo, Senin (8/7/2024). Foto: Polda Sumut
Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam dan Pangdam I BB Mayjen Mochammad Hasan memberikan keterangan pers kasus kebakaran rumah wartawan Tribrata TV Sempurna Pasaribu di Karo, Senin (8/7/2024). Foto: Polda Sumut

Karo – Kepolisian menangkap dua orang berinisial RAS dan YST sebagai terduka pelaku pembakaran rumah wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

Dari rekaman CCTV, keduanya sempat menyurvei rumah Sempurna sebelum melakukan pembakaran.

“Kami tangkap saudara R dan Y yang ada di belakang. Mereka sebagaimana CCTV menangkap pergerakan mereka di lokasi, mereka datang untuk menyurvei dulu,” ujar Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam di Polres Tanah Karo, Senin dikutip Selasa, 9 Juli 2024.

Agung mengatakan setelah survei, kedua terduga pelaku menyemprotkan dua botol BBM ke rumah korban. “Kemudian dia melakukan pembakaran,” ungkap Agung.

BBM tersebut, kata dia, disemprotkan ke dinding rumah Rico. Khusus di bagian dinding kamar, BBM tersebut disiramkan.

“Titik-titik abu yang kita periksa sesuai dengan apa yang dia [tersangka] sampaikan bahwa dia menyemprot, menyiramkan campuran solar dan pertalite ke dinding rumah di depan rumah dan samping kamar korban,” ujar Agung.

“Yang arah kamar korban tidak hanya disemprot tapi dibuka tutupnya disiram kemudian dibakar,” sambungnya.

Salah satu barang bukti yang menguatkan pembakaran adalah ditemukannya botol air kemasan yang berisi sisa bahan bakar 30 meter dari rumah Rico.

“Sudah kita periksa dan sudah kita temukan bahwa sisa BBM (bahan bakar minyak) yang ada di dalam botol ini adalah campuran antara solar dan pertalite,” ujar Agung.

Dari hasil penyelidikan, botol tersebut diyakini berkaitan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis, 27 Juni 2024. Dalam insiden ini, Rico dan empat anggota keluarganya tewas terbakar.

Kedua tersangka terancam pidana penjara selama 20 tahun. Sejauh ini, sudah ada sejumlah barang bukti yang menguatkan penetapan status tersangka terhadap kedua pelaku. Mulai dari rekaman CCTV, botol air kemasan yang berisikan BBM, serta handphone milik pelaku RAS.

Selain dua tersangka, kata Agung, polisi masih memburu dalang utama kebakaran tersebut.

“Hari ini kami tangkap para eksekutornya dan sedang bekerja untuk menentukan siapa orang-orang yang terlibat selain para eksekutor ini,” ujar Agung. Begitu juga dengan motif pembakaran masih didalami.

“Kita semua sepakat kita mulai dengan scientific crime investigasi, tentu ini akan penting bagi kita lakukan. Selanjutnya motif tentu kita akan gali dari apa yang nanti disampaikan oleh para pelaku. Kita akan buktikan motif ini, dengan fakta-fakta ini yang kita sedang bekerja,” kata dia.

Terkait ada isu keterlibatan oknum TNI menyeruak, Agung mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan.

“Hal lain terkait motif pemahaman merujuk pada satu tersangka dan menurut kami tentu sebagainya kami tentu sangat berterima kasih pada informasi itu. Pada kesempatan ini kami juga membuka posko yang sudah kami siapkan untuk semuanya untuk bisa memberikan informasi yang diperlukan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy