Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Pakar ITB di Unimal Ungkap Rahasia Arsitektur yang Bisa ‘Menyembuhkan’ Bumi

Kuliah Umum Arsitektur di Unimal
Prodi Arsitektur Unimal menghadirkan Ar. Ir. Budi Faisal, M.AUD., MLA., Ph.D., IALI., IAI., dari ITB mengisi kuliah umum ‘Regenerative Planning and Design' di Studio BKK Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa (21/04/2026). Foto: Istimewa

Lhokseumawe, Line1.News – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah strategis dalam merespons krisis lingkungan global. Tak tanggung-tanggung, Unimal memboyong pakar bereputasi internasional dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Faisal, Ph.D., untuk membedah konsep Regenerative Planning and Design dalam kuliah umum di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa, 21 April 2026.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati Studio BKK Lantai 2, Budi Faisal menekankan bahwa era arsitektur yang sekadar “tidak merusak” sudah lewat. Saat ini, dunia membutuhkan desain regeneratif—sebuah konsep di mana bangunan atau kawasan tidak hanya meminimalisir dampak negatif, tetapi justru mampu memulihkan dan memperbaiki ekosistem yang telah rusak.

“Arsitektur masa depan tidak boleh lagi hanya menjadi konsumen sumber daya. Kita harus mampu merancang ruang yang memberikan kontribusi positif kembali kepada alam dan komunitas sosial di sekitarnya,” tegas Budi Faisal, yang juga merupakan pendiri Urban Landscape Hub (ULH) tersebut.

Paparan komprehensif dari dosen senior Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB ini memberikan perspektif baru bagi para calon arsitek. Ia mengajak mahasiswa untuk melihat bangunan sebagai bagian dari organisme hidup yang bisa “bernapas” dan memberi dampak baik bagi lingkungan sekitar.

Ketua Program Studi Arsitektur Unimal, Sisca Olivia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran pakar kaliber nasional ini adalah langkah nyata dalam membangun jejaring kolaborasi antar-perguruan tinggi di Indonesia.

“Ini adalah upaya kami untuk membekali calon arsitek muda dengan ilmu yang relevan. Kami ingin lulusan Arsitektur Unimal tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga menjadi agen perubahan yang responsif terhadap isu lingkungan global,” ujar Sisca.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi mendalam antara narasumber, jajaran dosen, serta mahasiswa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Unimal kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang progresif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan demi masa depan bumi yang lebih baik.

Baca juga: Gak Cuma Estetika! Arsitektur Unimal Gebrak Panggung Internasional DR3 Aceh 2026, Fokus pada Desain Anti-Bencana

Bukan Sekadar Maket! Arsitektur Unimal “Unjuk Gigi” 7 Desain Anti-Bencana di Level Internasional.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy