Bukan Sekadar Maket! Arsitektur Unimal “Unjuk Gigi” 7 Desain Anti-Bencana di Level Internasional

Pameran 7 maket karya mahasiswa Arsitektur Unimal di International Conference DR3 Aceh 2026 Hermes Palace Hotel
Delegasi Arsitektur Unimal menampilkan tujuh karya maket arsitektural dalam perhelatan DR3 Aceh pada International Conference on Natural & Human Disaster di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, 17–19 April 2026. Foto: Istimewa

Banda Aceh, Line1.News – Mahasiswa Arsitektur Universitas Malikussaleh (Unimal) membuktikan bahwa desain bangunan bukan cuma soal gaya, tapi soal nyawa. Di ajang bergengsi International Conference on Natural & Human Disaster (DR3 Aceh 2026), delegasi Unimal sukses mencuri perhatian para pakar dunia lewat pameran 7 karya maket revolusioner.

Berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh (17–19 April 2026), pameran ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan bagaimana arsitektur bisa menjadi solusi konkret dalam menghadapi ancaman bencana.

Inovasi dari Studio ke Panggung Dunia

Ketujuh maket yang dipajang merupakan hasil riset mendalam mahasiswa di studio perancangan. Karya-karya ini dirancang khusus sebagai respons terhadap isu mitigasi dan rekonstruksi pascabencana—sebuah topik yang sangat relevan bagi Aceh sebagai “laboratorium hidup” kebencanaan dunia.

Adapun “aktor” di balik karya-karya hebat tersebut adalah:

  • T.M. Faizal (2 maket)
  • Balqis Mutiara
  • M. St. Danu Masfian
  • Iqbal Rahimsyah
  • Ismi Wahyuni
  • Agustriani

Mahasiswa: Arsitek Masa Depan Harus Peka Mitigasi

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Arsitektur (Himateka) Unimal, Iqbal Reyhan Siregar, mengaku bangga melihat karya rekan-rekannya bersanding dengan inovasi dari berbagai negara. Menurutnya, ini adalah pembuktian kualitas mahasiswa Unimal di mata internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa arsitek masa depan harus punya ‘insting’ mitigasi. Pameran ini bukan sekadar visual, tapi kontribusi nyata kami dalam menawarkan solusi ruang yang aman bagi masyarakat,” ujar Iqbal, dikutip dari keterangannya yang diterima Line1.News, Kamis (23/4).

Relevansi Kurikulum dengan Realita Lapangan

Ketua Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Unimal, Sisca Olivia, menegaskan keterlibatan mahasiswa ini adalah bagian dari misi besar program studi. Ia ingin memastikan lulusan Unimal tidak hanya jago menggambar gedung indah, tapi juga mampu menjawab tantangan kemanusiaan global.

“Pameran ini bukti bahwa riset di studio kami punya relevansi kuat dengan manajemen risiko bencana di lapangan. Kami ingin mahasiswa mampu melahirkan desain yang adaptif dan inklusif,” tegas Sisca.

Melalui DR3 Aceh 2026, Arsitektur Unimal kembali menegaskan posisinya: mencetak arsitek yang tangguh, humanis, dan siap menjaga keselamatan publik melalui karya-karya spasial yang cerdas.

Baca juga: Gak Cuma Estetika! Arsitektur Unimal Gebrak Panggung Internasional DR3 Aceh 2026, Fokus pada Desain Anti-Bencana.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy