Lokasi proyek rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase, direkam 23 September 2025. Foto: Line1.News/Irman
Lhoksukon – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa mengusulkan penataan kawasan Bendung Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase di Kecamatan Meurah Mulia menjadi objek wisata lokal.
Usulan itu disampaikan Ayahwa melalui surat bernomor 600/1418 tertanggal 13 Oktober 2025, kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) I, Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam kopian surat yang dilihat Line1.News, Kamis, 16 Oktober 2025, disebutkan di poin pertama, sehubungan dengan hampir selesainya pelaksanaan rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase, Ayahwa menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta kerja sama dari BWSS I terkait upaya peningkatan infrastruktur irigasi di Aceh Utara.
“Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan tersebut dan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan di sekitar bendung, kami mengusulkan agar sisa lahan yang terdapat di lokasi tersebut tidak dibiarkan kosong, karena berpotensi dikuasai atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang dapat mengganggu sistem pengoperasian dan keamanan bendung irigasi,” bunyi poin kedua surat tersebut.
Karena itu, kata Ayahwa di poin selanjutnya, dia memohon Kepala BBWS I menata kawasan di sekitar bendung menjadi objek wisata lokal bernuansa islami dan memuat unsur kearifan lokal.
Ayahwa juga memohon disediakan balai pertemuan Keujrun Blang atau sawung tani yang dapat berfungsi sebagai pusat koordinasi dan edukasi terkait pengelolaan sumber daya air dan pertanian berbasis masyarakat.
“Kami meyakini bahwa penataan kawasan ini tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar secara ekonomi dan sosial namun juga dapat mendukung keberlanjutan operasional Bendung Irigasi serta memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian infrastruktur sumber daya air.”
Surat tersebut ditembuskan kepada Gubernur Aceh, Ketua DPRK Aceh Utara, Kepala Disporapar Aceh Utara, Ketua MPU Aceh Utara, Ketua MAA Aceh Utara, dan Camat Meurah Mulia.
Surat Bupati Aceh Utara kepada Kepala BBWS I. Foto: Istimewa
Seperti diketahui, rehabilitasi Bendung DI Krueng Pase belum tuntas. Pada Selasa, 23 September 2025, Line1.News menyambangi lokasi proyek dan berbincang dengan Zulfitri, pelaksana lapangan dari PT Casanova Makmur Perkasa, yang mengerjakan rehabilitasi bendungan.
Menurut Zulfitri, awal 2026 bendungan tersebut sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani. Sementara tahun ini, kata dia, mereka telah merampungkan penimbunan pengelak kiri dan pemadatan pemeratan.
“Sekarang untuk saluran kiri, hari ini kita sudah memulai setting out, dan setelah selesai setting out, lining pendukung saluran,” ujarnya.
Setelah itu, mereka akan membuka saluran untuk pengecoran beton sepanjang 150 meter yang menghubungkan ke sayap kiri bendungan.
Di bagian sisi kanan juga sama. Masih ada sedikit lagi kantong lumpur sekira 50 meter yang harus dibersihkan, sedangkan salurannya telah selesai. Menurutnya, karena bangunan saluran itu sudah lama ditinggalkan, ada kendala saat menggali endapan lumpur yang mengendap.
Zulfitri berharap cuaca mendukung karena finishing di bagian railing hampir tuntas, tinggal menunggu pemasangan elektrik pintu air dan pengaman sungai sayap kiri.
“Sayap kiri yang kita pasang beronjong sudah siap. Yang sebelah kanannya sedang kita kerjakan, 40 persen lagi mau siap. Selanjutnya, ya, perapian [merapikan], dan mungkin ada sedikit nanti poles-polesan terakhir.”[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy