Presiden Jokowi: Jangan Berjudi! Ada Rezeki Ditabung atau Jadi Modal Usaha

Jokowi soal Perbaikan Jalan Lampung: Yang Provinsi Tak Mampu, PUPR Ambil Alih
Jokowi soal Perbaikan Jalan Lampung: Yang Provinsi Tak Mampu, PUPR Ambil Alih

Jakarta – Presiden Joko Widodo secara tegas menyuarakan larangan dan bahaya judi daring atau online. Jokowi mengajak masyarakat tidak terlibat perjudian offline maupun online.

“Jangan judi…jangan judi…jangan berjudi…baik secara offline maupun online. Lebih baik kalau ada rezeki, ada uang itu ditabung atau dijadikan modal usaha,” ujar Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Selasa, 18 Juni 2024.

Ia juga menyoroti dampak negatif judi. Mulai dari kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, hingga meningkatnya tindakan kejahatan dan kekerasan yang terjadi di masyarakat.

“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekedar gim iseng-iseng berhadiah. Tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga, dan masa depan anak-anak kita,” ujar Jokowi.

Kepala Negara menegaskan pemerintah terus secara serius melakukan upaya pemberantasan dan memerangi perjudian online. Menurut Jokowi, saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online yang telah ditutup oleh pemerintah, selain pembentukan satgas.

“Satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk yang harapan kita dapat mempercepat pemberantasan judi online,” ucapnya.

Menyadari bahwa judi online memiliki sifat transnasional dan melibatkan berbagai yurisdiksi, Jokowi menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam membendung perjudian. “Salah satu pertahanan yang paling penting adalah pertahanan dari masyarakat kita sendiri serta pertahanan pribadi,” tegasnya.

Presiden mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga negara untuk aktif mengingatkan, mengawasi, dan melaporkan segala bentuk aktivitas perjudian. Keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat berperan kritikal dalam upaya membangun pertahanan nasional terhadap perjudian online.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy