Karang Baru – Di jalur timur Aceh, Tamiang menjadi kabupaten yang mengalami dampak paling berat akibat dilanda banjir bandang.
Sejumlah rekaman video yang berseliweran di media sosial menggambarkan kondisi pascabanjir di Kuala Simpang masih kacau. Jalan-jalan utama di kabupaten tersebut masih dipenuhi lumpur sisa banjir; bak film horor.
Salah satu video yang dibagikan akun Instagram @ferisyaputra__ menunjukkan warga beristirahat di tepi sebuah ruas jalan utama—kemungkinan jalan nasional— pada malam hari dalam kondisi gelap karena listrik padam. Sebagian dari mereka tubuhnya dipenuhi lumpur. Tidak disebutkan kapan video ini direkam.
Sementara di beberapa titik, mobil-mobil dan sepeda motor yang terparkir di tepi jalan, juga diselimuti lumpur.
Dalam video lain yang diunggah akun @langsaku_ memperlihatkan kondisi pada Senin malam, 1 Desember 2025. Terdengar narasi yang menyebutkan adanya bau menyengat di sekitar lokasi banjir. Jalanan tampak gelap dan dipenuhi lumpur.
@line1news Kondisi Kuala Simpang pada Senin, 01 Desember 2025. Jalanan yang dipenuh lumpur dan beberapa titik masih terlihat digenangi air. #aceh #kualasimpang #banjir #prayforaceh #fyp ♬ suara asli – linimassa.id
Di kawasan Kebun Tengah, Kecamatan Kejuruan Muda, kondisinya lebih parah. Dalam rekaman warga, sebuah mobil tangki CPO tampak berada di atas bak truk interkuler dengan posisi melintang.
Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Minta Bantuan Helikopter Polri Jangkau Kampung Terisolir
Di sekitarnya, beberapa kendaraan besar lainnya terdorong hingga menabrak bangunan dan tertumpuk satu sama lain. Air masih menggenang di sekitar lokasi tersebut.
Video lainnya memperlihatkan sebuah helikopter mendarat di halaman depan kantor bupati Aceh Tamiang hari ini. Heli itu disebut membawa bantuan untuk pertama kalinya ke kabupaten tersebut.
Ada juga video menampilkan warga berbaris di depan koridor pertokoan dengan badan penuh lumpur, menunggu penyaluran bantuan.[]
Disclaimer Redaksi
Informasi dalam berita ini bersumber dari video dan unggahan warga di media sosial. Validitas visual, lokasi, dan narasi dalam rekaman masih menunggu konfirmasi dari otoritas terkait. Redaksi Line1.news belum dapat memastikan kebenaran keseluruhan isi video dan akan memperbarui informasi apabila ada pernyataan resmi dari pemerintah.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy