Banda Aceh – Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi mengatakan pihaknya telah meminta bantuan helikopter Mabes Polri untuk mendistribusikan bantuan ke daerah masih terisolir.
Armia menuturkan masih banyak perkampungan di daerahnya yang belum terjangkau melalui jalan darat. Namun, pemerintah telah menyalurkan bantuan untuk delapan kampung (desa) di Kecamatan Sekerak, melalui jalur sungai.
“Saya yang memimpin [penyaluran bantuan] tadi pagi itu,” kata Armia Pahmi, kepada wartawan, Selasa, 2 Desember 2025.
Menurutnya, transportasi udara itu akan membawa bantuan dari posko yang telah didirikan di kawasan Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.
“Rencana saya, besok, saya sudah minta sama Mabes Polri untuk men-standby-kan helikopter Polri di Paya Bedi. Saya langsung yang kendalikan,” ucap Armia.
Armia menjelaskan dari posko Paya Bedi helikopter diyakini bisa mengirim bantuan logistik untuk masyarakat di kawasan terdampak yang masih terisolir.
“Poskonya di Paya Bedi, Perumahan Prabu. Itu bisa disalurkan ke semua karena dekat dengan helipad,” ungkap Armia.
Dia menyampaikan beberapa wilayah masih sulit ditembus. Di antaranya, Kecamatan Tenggulun. Namun, pemerintah akan membuka jalur di Kecamatan Bandar Pusaka atau Babo.
“Kami dari kemarin sudah membelanjakan uang kami untuk keperluan masyarakat. Sembako nantinya akan kita bagikan untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Armia mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima informasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan pascabanjir.
“Sementara belum terima [laporan]. Tapi, kami sudah minta untuk dibuka posko kesehatan di tiap-tiap kecamatan,” kata dia.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy