Teheran – Pembunuhan Hassan Nasrallah kini dibayar mahal oleh Israel. Iron dome atau sistem pertahanan udara negeri Yahudi itu jebol pada Selasa malam, 1 Oktober 2024, ketika dihantam lebih dari 200 rudal balistik dan hipersonik Fattah milik Iran.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan serangan itu untuk membalas dendam atas kematian pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin tertinggi Hizbullah Hassan Nasrallah dan Jenderal Garda Revolusi Abbas Nilforushan. Dua orang terakhir tewas dalam serangan udara Israel pekan lalu di Beirut.
Serangan rudal itu membuat warga Israel berlindung di tempat perlindungan. Video-video yang direkam di Iran memperlihatkan rangkaian rudal diluncurkan dalam waktu berdekatan, membuat langit seperti penuh dengan kembang api.
Sementara video-video yang direkam di Israel memperlihatkan rudal-rudal itu jatuh menimpa sudut-sudut kota dan menimbulkan ledakan besar. Seiring dengan itu sirine tanda bahaya berbunyi.
Baca Juga: Begini Cara Unit 8200 Intelijen Israel Melacak Hassan Nasrallah Selama 18 Tahun
Pangkalan udara Israel rusak akibat serangan tersebut. Tapi tentara Zionis tidak menyebut pangkalan mana yang dihantam rudal Iran.
Media Iran yang menyiarkan langsung serangan itu menyebutkan Garda Revolusi Islam menargetkan tiga pangkalan militer di sekitar Tel Aviv dan pangkalan lainnya. Garda Revolusi Iran juga mengatakan 90 persen dari rudal mengenai sasaran.
Serangan rudal itu dirayakan di seluruh Iran. Tidak ada laporan langsung tentang korban dalam serangan pada Selasa malam itu. Garda Revolusi Iran memperingatkan akan adanya respons yang lebih keras jika Israel membalas.
Israel mengatakan telah mencegat banyak rudal. Gedung Putih mengatakan kapal perusak AS membantu pertahanan Israel.
Tapi untuk pertama kalinya meluncurkan rudal hipersonik Fattah membikin babak belur Iron Dome Israel. Rudal Fattah ini ini kecepatan 10.000 mil atau setara 16.000 kilometer per jam. Kecepatan tersebut membuat rudal ini sukar dideteksi oleh Iron Dome Israel.
Baca Juga: Ini Deretan Rudal Iran yang Bakal Dipakai untuk Serang Israel
Rudal Fattah juga dilengkapi sistem yang sangat canggih. Menurut pengamat Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), Fabian Hintz, rudal Fattah punya hulu ledak yang kuat.
Rudal ini juga punya sistem deteksi dini dan kemampuan manuver yang cepat. Kemampuan ini membuat rudal Fattah dapat melakukan deteksi dini dan melakukan manuver dengan cepat untuk menghindari sistem pertahanan Iron Dome yang dimiliki Israel. Selain itu, rudal Fattah juga bisa melakukan serangan jarak jauh dan bisa menjangkau target hingga 1.400 kilometer.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy