21 Warga Palestina Terbunuh dalam Sehari akibat Serangan Israel

Warga Palestina
Warga Palestina melihat pasukan Israel melakukan serangan militer di desa Burqa, barat laut Nablus, pada 2 Februari 2026. Foto: EPA

Gaza – Sedikitnya 21 warga Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel pada Rabu, 4 Februari 2026–salah satu hari paling mematikan sejak “gencatan senjata” Oktober.

Menurut laporan beberapa sumber yang dirangkum Al Jazeera, para korban meninggal dunia tersebar di seluruh jalur Gaza, beberapa di antaranya anak-anak.

Di lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza, 14 orang tewas akibat serangan artileri Israel. Lalu empat orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terhadap tenda-tenda yang menampung pengungsi di daerah Qizan Abu Rashwan, selatan Khan Younis, di Gaza selatan.

Dua orang lainnya tewas akibat serangan udara Israel di kamp tenda pesisir al-Mawasi. Palang Merah Palestina mengatakan salah satu di antara korban adalah paramedis mereka.

Sementara di Tepi Barat yang diduduki, kantor berita Palestina Wafa melaporkan, pasukan zionis membunuh Saeed Na’el al-Sheikh. Pria 24 tahun ini ditembak pasukan Israel saat penggerebekan di kota Jericho, Tepi Barat bagian timur,

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan tiga warga Palestina terluka saat penggerebekan.

Enam warga Palestina lainnya terluka dalam serangan terpisah: tiga orang ditembak, dua orang dipukuli tentara Israel, dan seorang wanita dilindas kendaraan militer.

Serangan Israel di Kota Gaza menargetkan sejumlah rumah warga tanpa peringatan sebelumnya. Setelah serangan itu, drone-drone Israel beterbangan di atas kota, menandakan potensi serangan susulan.

Militer zionis berdalih unit lapis baja dan pesawat mereka melakukan serangan di Gaza utara setelah seorang perwira cadangan terkena tembakan dan mengalami luka parah.

Petugas tersebut sempat dievakuasi ke rumah sakit setelah insiden itu. Namun, klaim ini masih dipertanyakan kebenarannya.

Yang pasti, Israel telah membunuh lebih dari 520 warga Palestina sejak “gencatan senjata” diberlakukan hampir empat bulan lalu.

Bila diakumulasikan sejak perang 7 Oktober 2023, setidaknya 71.803 warga Palestina telah tewas dalam akibat Israel. Kelompok hak asasi manusia dan penyelidikan PBB menyebut tindakan militer Israel di Gaza sebagai genosida. Kasus genosida terhadap Israel sedang berlangsung di Mahkamah Internasional di Den Haag.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy