Berlin – Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN) berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Franken menggelar webinar bertajuk “Peluang Emas Memulai Karier di Jerman” pada Sabtu, 20 Juli 2024, pukul 10.00 CEST atau 15.00 WIB.
Panitia webinar menghadirkan dua narasumber yaitu Zhilal Yusya senior data scientist di Klarna, dan Gazhian Ghaffar Amna, working student di HHI Fraunhofer Institut Berlin. Mereka membagikan sejumlah kisah selama bekerja di Jerman dan berbagai informasi terkait visa, sertifikat bahasa, lingkungan, dan budaya di Jerman.
Turut hadir Perwakilan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Akmal Rakhmadi, untuk memberikan motivasi kepada para peserta. Akmal mengimbau tetap waspada ketika melamar kerja di Jerman karena ada beberapa kasus penipuan yang telah terjadi sebelumnya.
Di akhir sesi, Gloria Gazella selaku moderator yang saat ini sedang magang di perusahaan Bosh Rexroth AG, membantu membacakan sejumlah pertanyaan dari para peserta.
Penangggung jawab acara Tiara Ulfah mengatakan webinar dibuat karena informasi mengenai peluang kerja di Jerman masih sangat minim. “Terutama di wilayah ujung barat Indonesia, sehingga perlu diadakan webinar terkait bagaimana cara memulai karier di Jerman,” ujar dikutip Rabu, 24 Juli 2024.
Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman Kembali Gelar Program Celengan Ramadan
Sebagai salah satu negara Eropa yang memiliki perekonomian, kata Tiara, Jerman kini sedang membuka kesempatan untuk tenaga kerja ahli dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Wakil Ketua IMAN 2023-2024, Nadhilla Mazaya, mengatakan webinar bertujuan memberikan informasi dan pengalaman dari para profesional yang telah bekerja di Jerman. “Kami berharap teman-teman peserta akan lebih memahami tentang peluang dan strategi untuk melamar kerja di Jerman,” ujar mahasiswi asal Aceh yang sedang mengambil studi di Humbolt Universität di Berlin tersebut.
Webinar tersebut merupakan program utama dari divisi riset, edukasi, dan karier IMAN. Turut hadir Ketua IMAN 2023-2024, Nurul Husna Salahuddin. Acara itu juga didukung oleh OIA USK, EDSA UIN Ar-Raniry, TNA Fatih Bilingual School, Fatih Bilingual School, PPI Berlin Brandenburg, PPI Stuttgart, dan PPI Jerman.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy