25.608 Warga Nagan Raya Terdampak Banjir Butuh Bantuan

Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan
Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan. Foto: Humas Pemkab Nagan Raya

Nagan Raya – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat untuk puluhan ribu warga terdampak banjir bandang.

“Kami dari Pemkab Nagan Raya sampai hari ini belum menerima satu pun bantuan dari pemerintah pusat. Kami sangat berharap bantuan segera disalurkan kepada masyarakat yang tertimpa musibah di Kabupaten Nagan Raya,” kata Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, dilansir Antara, Kamis, 4 Desember 2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya mencatat sebanyak 25.608 jiwa atau 8.258 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang dan banjir luapan yang terjadi pada Rabu-Kamis (26-27/11).

Bupati Teuku Raja Keumangan juga meminta pemerintah pusat segera menetapkan banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional. Sebab, skala kerusakan, cakupan wilayah terdampak, serta terbatasnya kemampuan anggaran daerah dalam menangani bencana alam banjir bandang yang sangat parah.

Dia menjelaskan beberapa hari lalu, Pemkab Nagan Raya juga telah menandatangani surat pernyataan ketidakmampuan anggaran dalam menangani bencana besar ini. Hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah kabupaten lain di Aceh yang terdampak berat.

“Saya sudah menandatangani surat pernyataan ketidakmampuan dari segi anggaran dalam mengatasi musibah ini. Sama seperti beberapa kabupaten lainnya di Aceh yang sudah menandatangani surat pernyataan serupa,” kata Teuku Raja.

Teuku Raja menyebut empat kecamatan di Kabupaten Nagan Raya dilanda banjir, yakni Tadu Raya, Tripa Makmur, Darul Makmur, dan Beutong Ateuh Banggalang. Dari empat wilayah tersebut, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang tercatat mengalami kerusakan terparah.

“Di antara empat kecamatan yang dilanda musibah, Beutong Ateuh Banggalang adalah yang paling parah. Sebanyak 85 persen infrastruktur, fasilitas umum, dan rumah-rumah warga hancur total,” katanya.

Akses jembatan penghubung antara Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah yang berada di wilayah tersebut masih terputus, sehingga menyulitkan proses penyaluran bantuan dan evakuasi.

“Uluran tangan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh sangat kami harapkan untuk membantu masyarakat kami di Kabupaten Nagan Raya,” ucap Teuku Raja.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy