3 Menteri Jadi Buzzer Dadakan, Sebut Prabowo ‘Berani Ketimbang Presiden Sebelumnya’

Menteri Kabinet Merah Putih 'Kemping' di Lembah Tidar Selama 4 Hari
Presiden Prabowo Subianto bersama para Menteri Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029. Foto: Humas Kemensetneg

Jakarta – Tiga menteri di kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendadak berubah jadi buzzer. Mereka  menggunggah foto bernarasi dukungan kepada “sang majikan” di media sosial.

Laporan Tempo pada Senin, 1 September 2025, menyebutkan, setidaknya ada tiga menteri yang mengunggah foto dengan narasi serupa di akun Instagram masing-masing. Namun, satu menteri kemudian menghapus postingan narasi tersebut di akun Instagram yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas.

Tidak diketahui sebab Zulhas menghapus postingan itu. Sedangkan dua lainnya, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, masih mempertahankan unggahan narasi ala buzzer itu di akun Instagramnya masing-masing.

Pesan dukungan kepada Prabowo itu diunggah ketiga menteri pada Ahad, 31 Agustus 2025. Isinya memuji Prabowo yang diklaim mampu membasmi mafia beras dibandingkan presiden-presiden sebelumnya.

Di unggahan itu terpasang foto Prabowo yang sedang menampilkan gestur hormat.

“Dear Mr. President. Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia beras. Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia minyak goreng,” bunyi narasi unggahan yang masih terlihat pada Senin pagi, di akun @abdulkadirkarding dan @swtrenggono.

Mereka juga menyinggung peran Prabowo dalam menindak Riza Chalid. Keduanya menyebut Riza Chalid sebagai mafia.

Menurut dua menteri Prabowo, tidak pernah ada presiden terdahulu yang berani membongkar mafia Riza Chalid serta kroninya.

“Tidak pernah ada pendahulu berani melawan mafia migas. Tidak pernah ada pendahulu berani membongkar mafia Riza Chalid dan kroni-kroninya,” tulis pesan itu.

Dalam pesan dukungan yang sama, Prabowo diklaim sebagai presiden yang berani melawan praktik korupsi di Badan Usaha Milik Negara. Para pemimpin terdahulu, kata dua menteri itu, juga tidak pernah berbicara ihwal tantiem yang nilainya triliunan rupiah tiap tahun.

“Malah semua partai-partai yang pernah berkuasa, mereka semua menikmati korupsi di BUMN,” tertulis dalam unggahan itu.

Narasi dukungan dari sejumlah menteri terhadap Prabowo itu ditutup dengan suatu pertanyaan. Mereka mempertanyakan mengapa kepala negara justru makin diserang padahal dinilai berani melawan mafia dan korupsi.

“Kenapa di saat semua itu Bapak (Prabowo) buka dan mulai bersih-bersih, semakin Bapak yang diserang?”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy