Banda Aceh – Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab menyebut galian C menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Dia mengingatkan penertiban tambang yang dilakukan pemerintah, mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terkait galian C.
Daniel mengaku sudah mendengarkan langsung keluhan warga Banda Aceh. Karena itu, ia menyampaikan aspirasi mereka agar ada perhatian khusus terhadap galian C sehingga bisa beroperasi kembali secara legal.
“Galian C menyangkut kebutuhan membangun rumah, tempat usaha, meunasah, hingga menopang industri kecil seperti batako dan batubata,” ujarnya dalam pertemuan gubernur bersama unsur Forkopimda se-Aceh pada Kamis, 2 Oktober 2025, dikutip dari laman DPRK Banda Aceh.
Material galian C seperti batu gunung, pasir, koral, tanah timbun, hingga tanah liat, sebut Daniel, selama ini menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat. Jika pasokannya terganggu, dampaknya akan dirasakan secara luas.
“Kalau suplai terhenti, warga tidak bisa melanjutkan pembangunan rumah, tukang kehilangan pekerjaan, toko bangunan kehilangan pembeli, industri kecil berhenti beroperasi, bahkan harga bahan bangunan bisa melonjak. Ini tentu sangat memberatkan masyarakat kecil,” jelas politisi Partai NasDem tersebut.
Daniel juga menyinggung program pembangunan pemerintah yang sedang dikebut menjelang akhir tahun. Dengan sisa waktu sekitar dua bulan, proyek-proyek yang bersumber dari APBN dan APBA berpotensi terhambat jika pasokan material galian C tidak lancar.
Ia mencontohkan suplai material untuk pembangunan di Banda Aceh sebagian besar dipasok dari wilayah Aceh Besar. Karena itu, kata Daniel, penertiban tambang harus dibarengi dengan kebijakan transisi yang jelas agar suplai tetap berjalan.
“Kami (DPRK Banda Aceh) mendukung upaya pemerintah mengalihkan tambang-tambang ilegal menjadi legal. Namun, proses itu jangan sampai mengganggu ketersediaan bahan baku masyarakat. Apalagi saat ini pemerintah juga sedang membangun rumah layak huni untuk kaum dhuafa. Jangan sampai pembangunan untuk masyarakat kecil ikut terhambat hanya karena galian C bermasalah.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy