Tips dari Perdokhi untuk Jemaah Haji yang Baru Kembali dari Tanah Suci

Semprotan air untuk membantu jemaah haji menghadapi cuaca panas ekstrem di Arafah. Foto: AP
Semprotan air untuk membantu jemaah haji menghadapi cuaca panas ekstrem di Arafah. Foto: AP

Jakarta – Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) mengatakan jemaah haji yang sudah pulang ke Tanah Air membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan iklim lingkungan sekitar usai mengikuti rangkaian ibadah haji.

“Bagaimana kita menyesuaikan diri dengan aklimatisasi yang terjadi di dalam negeri, di mana kelembabannya lebih tinggi, kemudian anginnya lebih kuat, sementara di Arab Saudi kelembabannya rendah,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Perdokhi Dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, di Jakarta, Rabu dikutip Kamis, 4 Juli 2024.

Terkait perbedaan iklim di dua negara, Syarief menganjurkan jemaah haji untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan dalam beberapa waktu terlebih dulu agar tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu di dalam rumah.

Jemaah juga disarankan tidak terlalu sering bertemu banyak orang agar tubuh tidak mengalami kelelahan dan proses adaptasi dengan lingkungan sekitar lebih maksimal.

“Untuk para jemaah yang baru tiba di tanah air, tentu jangan terlalu capek untuk menerima tamu. Bagaimana pun kondisi adaptasi dari tingkat kemampuan aliran jantung ke pembuluh darah pada saat di Saudi dengan aktivitas tinggi, kemudian di sini kita menerima tamu, itu akan menambah lelah. Jadi, perlu adaptasi cuaca dan waktu,” saran Syarief.

Bila jemaah haji ingin mendapatkan sinar matahari dan merelaksasi tubuh, Syarief menyarankan untuk melakukannya di halaman sekitar rumah dan secara perlahan, baru mendatangi tempat lain seperti masjid atau mal.

Ia juga menyarankan jemaah memperbanyak waktu istirahat lewat tidur berkualitas atau berolahraga dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki, aerobik di dalam rumah, bersepeda statis, atau berenang.

Adaptasi tubuh juga dapat dilakukan dengan mengembalikan kembali pola makan bergizi dengan makanan khas Indonesia. Misalnya mengonsumsi buah dan sayuran atau ikan yang kaya protein.

“Harus kurangi kecapaian, jangan sampai tidurnya tidak cukup, harus cukup istirahat, dan relaksasi badan dengan aktivitas senam yang sudah diajarkan ataupun olahraga ringan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy