Riyadh — Arab Saudi resmi membuka sepenuhnya pasar modal bagi seluruh investor asing mulai Minggu, 1 Februari 2026. Untuk pertama kalinya, seluruh lembaga dan dana asing dapat bertransaksi langsung di pasar saham utama Tadawul All Share Index (TASI).
Melansir Saudi Gazette, Senin, 2 Februari 2026, mulai tanggal tersebut, semua kategori investor asing—termasuk lembaga, dana, dan entitas lain yang memenuhi ketentuan—bisa mengakses saham di TASI tanpa lagi diwajibkan memenuhi persyaratan kualifikasi sebelumnya.
Kebijakan itu disebut menandai langkah Arab Saudi menyelaraskan akses pasar modalnya dengan standar internasional.
Sebelumnya, keputusan Dewan Otoritas Pasar Modal (Capital Market Authority/CMA) menyetujui kerangka regulasi baru, sehingga investor asing non-residen dapat berinvestasi langsung di pasar utama dan memperluas partisipasi investor global.
Namun, pembukaan pasar tidak langsung menghapus seluruh pembatasan kepemilikan asing. Sejumlah perusahaan tercatat masih memberlakukan batas maksimum kepemilikan asing sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Aturan baru mengklasifikasikan investor asing dalam beberapa kategori, antara lain warga negara asing yang berdomisili di Arab Saudi, warga negara asing dari negara-negara Teluk (GCC), investor asing non-residen, badan hukum asing, investor strategis asing, dan dana asing.
Investor asing non-residen di luar investor strategis dibatasi maksimal memiliki 10 persen saham di satu perusahaan tercatat. Sementara itu, total kepemilikan asing, baik oleh investor residen maupun non-residen (tidak termasuk investor strategis), dibatasi hingga 49 persen dari saham emiten.
Dewan CMA menyatakan amandemen itu bertujuan memperluas dan mendiversifikasi basis investor, mendorong arus masuk investasi, serta meningkatkan likuiditas pasar. Dalam kerangka baru tersebut, CMA juga menghapus status Investor Asing Berkualifikasi (Qualified Foreign Investor/QFI), sehingga seluruh investor asing dapat masuk ke pasar utama tanpa proses kualifikasi khusus.
Selain itu, CMA menghapus ketentuan terkait perjanjian swap yang sebelumnya hanya memberikan eksposur ekonomi bagi investor asing non-residen. Dengan aturan baru ini, investor asing kini diperbolehkan memiliki saham secara langsung di pasar utama.
CMA menilai kebijakan tersebut berpotensi menarik tambahan investasi internasional. Hingga akhir kuartal III 2025, kepemilikan investor internasional di pasar modal Arab Saudi tercatat melampaui 590 miliar riyal Saudi (SR). Dari jumlah tersebut, investasi asing di pasar utama mencapai sekitar SR 519 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar SR 498 miliar.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy