Jakarta – Ada yang menarik saat pelantikan Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, pada Selasa, 22 Oktober 2024, di Istana Negara.
Gelar Doktor Honoris Causa tercantum di nama Raffi Ahmad dalam Keppres pengangkatannya. Gelar ini sempat menjadi polemik dan tidak diakui Kemendikbudristek. Identitas kampus Universal Institute of Professional Management (UIPM), Thailand, yang memberikan gelar kehormatan itu kepada Raffi Ahmad juga menjadi perdebatan.
“Mengangkat dan menetapkan Dr. (HC.) H. Raffi Farid Ahmad Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni,” kata pembawa acara.
Baca Juga: Prabowo Lantik Luhut, Wiranto dan Raffi Ahmad Jadi Penasihat-Utusan Khusus
Sebelumnya, Kemdikbudristek melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV pada hari Minggu dan Senin, 29 dan 30 September 2024 telah melakukan investigasi atas keberadaan UIPM di Plaza Summarecon Bekasi, Kota Bekasi.
“Namun, Tim Investigasi tidak menemukan adanya aktivitas operasional perguruan tinggi maupun perkantoran UIPM. Hasil investigasi juga menunjukkan bahwa UIPM belum memiliki izin operasional di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Dirjen Diktiristek, Abdul Haris, dalam keterangannya, Minggu, 6 Oktober 2024, dilansir dari Kumparan.com.
Baca Juga: Project Multatuli Rilis Laporan Mendalam Soal Kerajaan Bisnis Artis Raffi Ahmad
Ditjen Diktiristek telah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kemdikbudristek guna menindaklanjuti temuan Tim Investigasi LLDIKTI Wilayah IV terkait keberadaan dan perizinan UIPM.
“Saat ini, tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tengah menindaklanjuti temuan yang ada. Kami akan bertindak tegas apabila ditemukan unsur-unsur pelanggaran,” ujar Haris.
Sementara itu Helena Pattriane selaku Deputi Lawyer UIPM mengatakan, pihaknya telah mengurus izin kepada Kemendikbud untuk membuka UIPM di Indonesia sejak tahun lalu. Saat ini, Helena mengakui izin tersebut masih dalam proses.
“Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Kemendikbud, dan kami sebenarnya sudah mengurus izin untuk kerja sama dengan Kemendikbud dari tahun kemarin, dan sementara dalam proses. Jadi kami bersama Kemendikbud akan bekerja sama untuk membuka UIPM di Indonesia,” kata Helena saat konferensi pers klarifikasi pemberian gelar kehormatan kepada Raffi Ahmad, di Ombe Koffie, Jakarta Pusat, Selasa (8/10).
Sehari kemudian, Helena dalam sebuah acara televisi yang dipandu lawyer Hotman Paris menyebut UIPM perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. “UIPM adalah representatif dan NGO dari United Nation. NGO adalah perpanjangan tangan dan bagian dari PBB, resmi kami.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy