Lhokseumawe – Pimpinan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe berkomitmen memberikan beasiswa penuh kepada anak Hasfiani alias Imam, korban penembakan oleh oknum TNI AL di Aceh Utara.
Hasfiani sendiri merupakan perawat alumni STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Ia lulus pada tahun akademik 2010.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga alumni, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe akan menanggung seluruh biaya pendidikan anak korban jika melanjutkan studi di kampus tersebut.
Baca juga: Kak Na Ditemani Yulinda Takziah ke Rumah Hasfiani di Uteun Geulinggang
“Kami ingin memastikan bahwa anak almarhum mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak tanpa harus terbebani masalah biaya. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap alumni dan kepedulian kepada keluarganya,” ujar Wakil Ketua III STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Irawan Salri Siregar, saat mengunjungi rumah duka, Kamis, 20 Maret 2025.
STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe menegaskan langkah itu bentuk solidaritas dan dukungan moral terhadap keluarga korban. Lewat beasiswa tersebut, kata Irawan, STIKes Muhammadiyah berharap anak korban dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan finansial dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Safrul Arzaq, ipar almarhum Hasfiani, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan dari STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.
Baca juga: Janji Kawal Kasus Pembunuhan Hasfiani, Teungku Muhar: Ini bukan Hanya Tentang Nyawa
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini. Di tengah kesedihan yang mendalam, bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami.”
Hasfiani merupakan putra asli Desa Blang Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Ia berprofesi sebagai perawat tenaga bakti di Puskesmas Babah Buloh sejak 2021.
Untuk mencukupi biaya hidup keluarganya dia juga bekerja sampingan sebagai sales mobil di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara. Selama ini, ia beserta istrinya Yeni dan tiga anak mereka–satu masih bayi–menetap di Desa Uteun Geulinggang.
Baca juga: Legislator PKS di Senayan Desak Hukuman Mati Bagi Kelasi Dua DI: Coreng Citra TNI AL
Jasad Hasfiani alias Imam ditemukan di KM 80 kawasan Jalan KKA, Gunung Salak, Aceh Utara, pada Senin, 17 Maret 2025. Hasfiani diduga ditembak oleh Kelasi Dua DI, anggota TNI AL yang berdinas di Kapal Angkutan Laut (KAL) Bireuen, Lanal Lhokseumawe.
Kelasi Dua DI sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Kasus itu kini masih ditangani Denpomal Lhokseumawe. Kemungkinan Kelasi Dua DI akan diadili di peradilan militer. Sejauh ini beberapa pihak mendesak diberikan hukuman mati untuk tersangka.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy