Meureudu – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-37 Tingkat Provinsi Aceh resmi dibuka oleh Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem, di Kompleks Perkantoran Pemkab Pidie Jaya, Sabtu malam, 1 November 2025.
Mualem meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memberikan perhatian lebih serius terhadap pembinaan qari dan qariah di setiap tingkatan, mulai dari gampong hingga provinsi. Dia menyebut pembinaan yang berkesinambungan akan melahirkan generasi qurani yang mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Buka MTQ Aceh di Pijay, Mualem: Tes Baca Al-Qur’an Syarat Masuk Sekolah
Mualem juga menyampaikan rencana ke depan agar kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu syarat utama dalam dunia pendidikan dan rekrutmen di Aceh, namun khusus bagi muslim.
“Ke depan, sesuai dengan visi dan misi kami, Al-Qur’an akan menjadi awal dari segala hal. Masuk sekolah SMA kita tes baca Al-Qur’an, masuk SMP harus tes baca Al-Qur’an, bahkan masuk TNI dan Polri juga harus tes baca Al-Qur’an. Insya Allah, akan kami programkan ke depan supaya Aceh lebih maju dan makmur,” ujar Mualem.
Baca juga: Layanan Bus Gratis hingga ‘Emergency Call’ Selama MTQ Aceh di Pijay
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi melaporkan MTQ Ke-37 Aceh diikuti 1.986 orang terdiri dari 1.212 peserta musabaqah, 113 pelatih kafilah, serta 661 ofisial pendamping dan tim medis.
MTQ Ke‑37 Aceh yang akan berlangsung hingga 8 November 2025, mempertandingkan berbagai cabang lomba, antara lain Tilawah, Tahfiz, Tafsir, Fahmil, Syarhil, Qira’at Sab’ah, hingga Kaligrafi Qur’an.
Sejak 1970-an
MTQ bagian dari tradisi Islam yang telah lama hidup dan berkembang di Aceh. Sejak masa kerajaan Islam, semangat membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Dalam konteks modern, semangat itu diwujudkan dalam bentuk kompetisi keagamaan yang disebut MTQ, yang terus digelar dari masa ke masa, baik di tingkat lokal, provinsi, hingga nasional.
“MTQ di Aceh diselenggarakan secara resmi sejak tahun 1970-an, mengikuti pola MTQ tingkat nasional yang mulai diperkenalkan oleh pemerintah pusat. Tujuannya bukan semata ajang perlombaan, tetapi sebagai sarana dakwah dan pembinaan generasi muda untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” bunyi keterangan dilansir laman MTQ XXXVII Aceh.
Penyelenggaraan MTQ Aceh kemudian berkembang menjadi salah satu peristiwa keagamaan terbesar di Serambi Mekah. Dua tahun sekali, MTQ Aceh digelar secara bergilir di kabupaten/kota, yang tidak hanya memperkuat syiar Islam tetapi juga menjadi ajang silaturahim antardaerah serta pemacu pembangunan spiritual dan sosial.
Tuan Rumah dan Juara Umum MTQ Ke-30 hingga 36
Informasi dihimpun Line1.News dari berbagai sumber, berikut tuan rumah dan juara umum MTQ Ke-30 hingga 36 Tingkat Provinsi Aceh:
MTQ Ke-30
Tuan rumah: Kabupaten Aceh Tamiang, 3-10 Juli 2011.
Juara Umum: Aceh Tamiang.
MTQ Ke-31
Di Kota Subulussalam, 23-30 Juni 2013.
Juara Umum: Aceh Besar.
MTQ Ke-32
Di Kabupaten Nagan Raya, 19-26 Agustus 2015.
Jumlah peserta: 1.227 orang.
Juara Umum: Aceh Utara.
MTQ Ke-33
Di Kabupaten Aceh Timur, 18-25 November 2017.
Juara Umum: Aceh Timur.
MTQ Ke-34
Di Kabupaten Pidie, 20-28 September 2019.
Jumlah peserta: 1.170 orang (584 peserta putra dan 586 peserta putri) serta 1.105 ofisial.
Juara Umum: Aceh Besar
MTQ ke-35 Aceh
Di Kabupaten Bener Meriah, 19-25 Juni 2022.
Jumlah peserta: 1.257 orang.
Juara Umum: Aceh Besar
MTQ Ke-36
Di Kabupaten Simeulue pada 26 November-2 Desember 2023.
Jumlah peserta: 1.054 orang.
Juara Umum: Banda Aceh.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy