Meureudu – Dinas Perhubungan Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) menyediakan layanan bus gratis bagi masyarakat selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Aceh di Pijay, 1-8 November 2025.
Kepala Dinas Perhubungan Pijay, Rizal Fikar, mengatakan layanan transportasi gratis ini bentuk dukungan pemerintah daerah memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menyaksikan MTQ.
“Kami menyiapkan armada bus antar jemput untuk memudahkan mobilitas masyarakat selama MTQ berlangsung. Ini bagian dari pelayanan prima Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya,” kata Rizal Fikar, dilansir laman MTQ XXXVII Aceh, Sabtu, 1 November 2025.
Rizal Fikar mengapresiasi Dinas Perhubungan Aceh yang turut menyediakan empat bus tambahan dan membantu penyiapan rambu-rambu lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Bupati Pijay, Sibral Malasyi, menegaskan pelayanan publik yang prima menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menyukseskan MTQ Aceh tahun ini.
Rute Antar dan Jemput
Bus milik Pemkab Pijay akan melayani rute antar dan jemput dari sejumlah titik strategis, antara lain:
Bandar Dua (Kompleks Parkir Masjid Al-Istiqamah Ulee Gle);
Jangka Buya (Pasar Jangka Buya);
Bandar Baru dan Pasar Lungputu;
Panteraja dan Keude Panteraja;
Ulim dan Keude Ulim;
Trienggadeng (Halte bus rel kereta api).
Layanan bus ini disebut akan beroperasi setiap hari selama pelaksanaan MTQ dengan tiga jadwal keberangkatan, yakni: Pagi: pukul 09.30 waktu Aceh; Siang: pukul 14.30; Malam: pukul 19.30.
Pelayanan bus gratis tersebut disebut mulai beroperasi pada 2 November 2025 hingga MTQ berakhir.
Baca juga: Ini Daftar Cabang Lomba dan Lokasi MTQ Aceh di Pijay
Layanan Emergency Call
Pemkab Pijay juga menyiapkan layanan Emergency Call selama MTQ Aceh 2025. Layanan ini disebut bertujuan memberikan respons cepat terhadap berbagai kebutuhan dan situasi darurat selama event berlangsung.
Bupati Sibral menyebut seluruh unit layanan darurat disiagakan selama pelaksanaan MTQ, baik di lokasi utama kegiatan maupun di area penginapan kafilah.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan MTQ berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta serta masyarakat yang hadir,” ujar Sibral.
Adapun jenis layanan emergency call yang tersedia meliputi:
Pelayanan Air Bersih – Dinas PUPR Pijay menyiagakan armada tangki air untuk memastikan ketersediaan air bersih di seluruh lokasi acara dan pemondokan kafilah.
Aduan PLN / Posko ULP – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Pijay membuka posko pengaduan cepat untuk menangani gangguan listrik dan menjaga keandalan pasokan selama MTQ berlangsung.
Layanan Ambulans dan Petugas Kesehatan – Dinas Kesehatan menempatkan tim medis dan ambulans di beberapa titik strategis guna memberikan pertolongan pertama bila terjadi keadaan darurat.
Pemadam Kebakaran (Damkar) – Posko pemadam kebakaran siaga penuh 24 jam dengan armada di titik-titik rawan untuk mengantisipasi potensi kebakaran atau insiden serupa.
Pelayanan Polisi (Yanpol) – Polres Pidie Jaya mengaktifkan pos pelayanan terpadu guna menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, serta melayani aduan masyarakat secara langsung.
Dinas Perhubungan/Sopir Siaga 24 Jam – Dishub menyediakan layanan transportasi darurat dan supir siaga untuk kebutuhan logistik, antar jemput peserta, serta penanganan situasi mendesak.
Pusat Informasi MTQ Pijay – Posko utama informasi dibuka di area arena utama MTQ untuk memberikan panduan, jadwal kegiatan, serta bantuan informasi bagi tamu dan pengunjung.
“Masyarakat dan peserta dapat menghubungi nomor hotline darurat MTQ Pidie Jaya yang terhubung langsung dengan semua posko siaga. Informasi detail kontak setiap layanan ditempel di lokasi-lokasi strategis dan dapat diakses melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya”.
Baca juga: Buka MTQ Aceh di Pijay, Mualem: Tes Baca Al-Qur’an Syarat Masuk Sekolah
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem telah membuka MTQ ke-37 Aceh di Kompleks Perkantoran Pemkab Pijay, di Meureudu, Sabtu malam, 1 November 2025.
Mualem mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan umat kepada Al-Qur’an, memperkuat silaturahmi, serta memperteguh identitas Aceh sebagai masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Ke depan, sesuai dengan visi dan misi kami, Al-Qur’an akan menjadi awal dari segala hal. Masuk sekolah SMA kita tes baca Al-Qur’an, masuk SMP harus tes baca Al-Qur’an, bahkan masuk TNI dan Polri juga harus tes baca Al-Qur’an. Insya Allah, akan kami programkan ke depan supaya Aceh lebih maju dan makmur,” ujar Mualem.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy