Meureudue – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian mengakui terganggunya komunikasi dan jaringan internet lantaran listrik padam akibat banjir melanda Aceh.
“[Penghambat komunikasi] listrik terutama, ya. Karena di Aceh ini ada dua pembangkit listrik, titik satu di Arun dan Nagan Raya,” kata Tito usai meninjau dampak banjir di Pidie dan Pidie Jaya, Sabtu, 29 November 2025.
Dia mengatakan pembangkit Nagan Raya yang menyuplai Pidie dan Pidie Jaya ikut terdampak banjir. Hal ini turut mengakibatkan listrik ikut padam.
“Kemudian yang di Banda Aceh sementara di-support hanya dari Nagan Raya, jadi enggak maksimal karena biasanya di-support dari Arun dan Nagan Raya [berbarengan],” katanya.
Baca juga: Anggota DPRA Desak Pemerintah Aceh Pasang Starlink di Titik Banjir
Tito mengatakan telah berkoordinasi dengan Direktur Utama PT PLN untuk membangun tower pengganti. Dia menyebut material tower seberat 30 ton sudah dikirim dari Jakarta ke Aceh.
“Sudah ada pengiriman ke lokasi, itu hanya satu jalur saja yaitu menggunakan helikopter. Nah, helikopternya ini hanya mampu mengangkut 6 ton, sedangkan totalnya 30 ton. Jadi perlu waktu 5 hari untuk mengangkut, enam ton perhari,” ungkapnya.
Baca juga: Tinjau Dampak Banjir di Pidie Jaya, Menhan: Segera Kita Kirim Bantuan
Tito menyampaikan perbaikan tower untuk pasokan listrik akan berlangsung selama tujuh hari. Tito memastikan jika kelistrikan kembali normal, jaringan internet juga akan segera pulih.
“Lima hari terus tambah dua hari perbaikan jadi diperkirakan 7 hari. Insya Allah, hari Sabtu nanti listrik akan jalan. Kalau listrik jalan komunikasi akan lebih mudah,” ucap Tito.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy