Medan – Organisasi nirlaba Save the Children Indonesia merencanakan aksi kemanusiaan banjir dan longsor Sumatra selama enam bulan, sejak 28 November 2025 hingga Mei 2026.
“Respons awal difokuskan untuk memberikan dukungan bagi anak-anak, keluarga dan komunitas untuk kembali menjalani kehidupan di situasi darurat,” ujar CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar dalam keterangannya dikutip Senin, 1 Desember 2025.
Sejak Kamis, 27 November 2025, kata dia, Save the Children Indonesia tengah mempersiapkan tim dan berkoordinasi dengan mitra lokal di Aceh dan Sumatra Utara untuk mendistribusikan perlengkapan tempat tinggal atau hunian sementara, air bersih dan selimut untuk 51 warga, termasuk di antaranya 21 ribu anak-anak.
“Tim kami sudah berada di Medan dan Nias untuk memastikan bantuan darurat dapat segera diterima oleh keluarga terdampak, terutama anak-anak yang paling rentan,” ujar Dessy.
Dia melansir data BNPB per 29 November 2025 yang menyebutkan 303 orang meninggal dunia, 279 orang dinyatakan hilang, dan lebih dari 126.000 jiwa mengungsi, termasuk anak-anak.
“Situasi ini sangat memprihatinkan, akses jalan terputus dan listrik belum pulih sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan cukup menantang. Kami berkomitmen memastikan anak-anak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan sesegera mungkin,” ujarnya.
Untuk saat ini, Dessy menambahkan, fokus lokasi aksi Save the Children Indonesia akan dijalankan di Aceh (Aceh Tamiang, Langsa Timur, dan Aceh Timur) serta Sumatra Utara (Tapanuli Tengah dan Langkat).
Save the Children Indonesia juga membuka donasi di laman s.id/BANTUSUMATRA untuk mendukung penyediaan bantuan air bersih dan sanitasi, paket kebersihan (hygiene kit), bahan makanan, selimut dan alas tidur untuk keluarga pengungsi, hunian sementara untuk keluarga yang kehilangan rumah, serta berbagai bantuan lain sesuai kebutuhan di lapangan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy