Pipa Gas Bocor, Bupati Aceh Timur Desak Perusahaan Tuntaskan Perbaikan

Pipa gas Arun Belawan bocor di Aceh Timur
Pipa gas Arun-Belawan di kawasan Birem Bayeun, Aceh Timur, bocor. Bupati Al-Farlaky minta Perusahaan tuntaskan perbaikan. Foto: Humas Pemkab Aceh Timur

Aceh Timur – Pipa gas Arun-Belawan di kawasan Afdeling III PTPN IV Regional VI, Gampong Paya Tampah, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, bocor. 

Pipa yang bocor tersebut diketahui milik PT Pertamina Training Consultant (PTC).

Laporan diterima Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kebocoran pipa gas itu telah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Akibat turunnya kontur tanah menyebabkan pipa bergeser dan retak sehingga memunculkan semburan gas. 

Bupati Al-Farlaky menginstruksikan pihak PT PTC selaku pelaksana lapangan segera menuntaskan perbaikan di titik kebocoran dan memastikan keamanan warga sekitar. 

“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur meminta pihak Pertamina melalui PTC agar bergerak cepat menuntaskan perbaikan di titik kebocoran. Penanganan ini tidak boleh setengah-setengah karena menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Al-Farlaky, Jumat, dikutip dari laman Pemkab Aceh Timur pada Minggu, 19 Oktober 2025. 

Menurut laporan di lapangan, kebocoran serupa pernah terjadi pada Januari 2025 di lokasi yang sama dan telah diperbaiki sementara. Namun, akibat kondisi tanah yang terus turun, kebocoran kembali terjadi. 

Meskipun pihak pengawas menyebut gas yang keluar tidak beracun, bau gas sangat menyengat hingga radius sekitar satu kilometer dari pemukiman warga. 

Al-Farlaky meminta Pertamina tidak menunggu situasi semakin memburuk, terutama menjelang musim penghujan yang dikhawatirkan dapat memperlambat proses perbaikan. 

“Kita minta ada langkah preventif jangka panjang. Jangan menunggu pipa rusak baru diperbaiki, tapi perlu perencanaan teknis agar pergeseran tanah tidak kembali memicu kebocoran,” ujar Al-Farlaky. 

Dia mengapresiasi langkah cepat Muspika Birem Bayeun yang telah melakukan pemantauan, sosialisasi kepada masyarakat, serta deteksi dini potensi gangguan kamtibmas di sekitar lokasi itu. 

“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar tidak ada dampak sosial maupun lingkungan yang lebih besar,” ucap Al- Farlaky.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy