Persiraja Meradang, Kirim Surat Protes ke Komdis dan Komite Wasit PSSI

Pemain Persiraja
Para pemain Persiraja memprotes keputusan culas wasit Amri Nurhadi saat laga melawan PSPS Pekanbaru Foto: Persiraja

Banda Aceh – Merasa diperlakukan tak adil oleh wasit saat laga melawan PSPS Pekanbaru, Persiraja Aceh mengirimkan surat protes ke Komite Disiplin (Komdis) dan Komite Wasit PSSI.

Di dalam surat protes itu, Persiraja memaparkan tingkah laku buruk dan kecurangan perangkat pertandingan di laga Babak 8 Besar Liga 2 yang berlangsung pada 11 Februari 2025 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru.

Dilansir dari laman resmi Persiraja, laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tuan rumah dipimpin wasit tengah Amri Nurhadi, asisten wasit satu Sukirman, asisten wasit du Erys Nursansandy dan wasit tunggu Fibay Rahmatullah. Sementara penilai wasit Maslah Ihksan dan komisi pertandingan Iip Saepulloh.

Sedikitnya ada empat kecurangan perangkat pertandingan yang dilaporkan Persiraja kepada PSSI.

Pertama, pada menit 17.58 Ramadhan yang sedang menggiring bola dilanggar dengan keras oleh pemain PSPS di dalam kotak penalti. Tapi wasit tidak memberikan hukuman apa-apa.

Kedua, pada menit 56.46, asisten wasit satu mengangkat bendera dan menyatakan Deri Corfe berada offside saat tim sedang menyerang. “Padahal sangat jelas terlihat bahwa posisi pemain tersebut dalam posisi onside,” tulis Persiraja.

Ketiga, pada menit 82.15, Vivi Asrizal dilanggar keras dalam kotak penalti oleh kiper PSPS. Lagi-lagi wasit tetap tidak memberikan hukuman dan menyatakan tidak ada pelanggaran apapun.

Baca juga: 3 Penalti Diabaikan Wasit, Pintu Liga 1 Tertutup Bagi Persiraja

Manajer Persiraja Ridha Mafdhul Gidong mengatakan perangkat pertandingan juga kerap melakukan kesalahan dan membuat keputusan-keputusan yang sangat merugikan timnya.

Gidong menduga keculasan yang dipertontonkan perangkat pertandingan bagian dari rencana mengalahkan Persiraja.

“Ini bukan karena human error, tetapi patut diduga ini merupakan skenario besar untuk mengalahkan Persiraja dan memenangkan PSPS,” ujarnya dikutip Sabtu, 15 Februari 2025.

Karena itu, kata Gidong, lewat surat itu Persiraja mengharapkan keadilan dari Komite Wasit PSSI untuk mengusut perangkat pertandingan dan semua yang terlibat.

“Keadilan harus ditegakkan bagi Persiraja dan sepak bola Indonesia. Bagi perangkat pertandingan yang sudah berlaku curang dan merusak sepak bola Indonesia agar dapat dihukum seberat-beratnya, untuk memberikan efek jera termasuk hukuman pidana,” ujarnya seraya menambahkan bahwa surat itu dikirim atas arahan Presiden Persiraja Nazaruddin Dek Gam, yang juga Anggota Komisi III DPR RI.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy