Oplah Rawa 780 Hektare di Abdya Pakai APBN, Ini Kata Kadistanpan

Kadistanpan Abdya Hendri Yadi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Barat Daya Hendri Yadi. Foto: Humas Pemkab Abdya

Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2025 ini mendapatkan alokasi APBN pada kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) rawa seluas 780 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Hendri Yadi mengatakan lokasi Oplah itu adalah lahan yang rata-rata tergenang air dan sering kebanjiran.

Dia menyebut persoalan ini sudah lama dirasakan petani Abdya saat memasuki musim turun ke sawah. “Kondisi inilah yang dialami oleh masyarakat petani kita, apabila musim hujan kebanjiran, musim kemarau kekeringan,” ujar Hendri, dikutip dari laman Pemkab Abdya, Minggu, 17 Agustus 2025.

Menurut Hendri, dengan adanya Oplah ini Pemkab Abdya bisa berupaya mengatasi keluh kesah petani terhadap kondisi di lapangan. Sebab, petani sering mengalami gagal panen akibat masalah tersebut.

Jika pun ada panen, hasilnya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. “Maka, dengan adanya program Oplah, segera kita laksanakan eksekusi lahannya,” tutur Hendri.

“Sehingga persoalan yang dialami petani bisa terselesaikan di tahun 2025 ini”.

Indeks Pertanian

Hendri menyebut tujuan pemerintah pada kegiatan Oplah ini untuk meningkatkan Indeks Pertanian (IP). Jika selama ini IP1, bisa meningkat menjadi IP2 atau IP3.

Menurut Hendri, masih banyak lahan pertanian di Abdya bisa dimasukkan ke dalam program Oplah. Program ini bukan hanya pada lahan rawa, tapi juga bisa di lahan kering.

Dia mengimbau masyarakat agar memberikan data lokasi lahan yang mengalami genangan dan kekeringan agar dimasukkan ke dalam program tahun 2026.

“Apabila ada lokasi yang seperti kami sampaikan, berikan datanya kepada penyuluh di lapangan,” ucap Hendri.

“Supaya bisa diberikan kepada Distanpan untuk mengusulkan program ini ke pemerintah pusat,” tambah dia.

Lumbung Pangan

Hendri mengatakan Pemkab Abdya mendapatkan kegiatan Oplah rawa bersumber dari APBN tidak terlepas dari komunikasi Bupati dengan pemerintah pusat dalam mempertahankan kabupaten ini sebagai salah satu lumbung pangan Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, hingga saat ini, Abdya salah satu lumbung pangan Provinsi Aceh,” ujar Hendri.

Hendri menyatakan Abdya juga harus fokus pada produktivitas hasil panen untuk menyukseskan program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy