Koalisi Aspirasi Aceh Dorong KIP Buka Akses Informasi Pilkada 2024 bagi Kelompok Rentan

IMG 20240707 133433
SETARA Institute dan perwakilan Koalisi Aspirasi Aceh usai audiensi dengan komisioner KIP Aceh di Kantor KIP Aceh, Banda Aceh, Rabu, 3 Juli 2024. Foto: Istimewa

Banda Aceh – SETARA Institute bersama Koalisi Aliansi Masyarakat Sipil untuk Transparansi, Inklusi, dan Demokrasi (Aspirasi) Aceh mendorong KIP Aceh membuka akses informasi selebar-lebarnya bagi kelompok rentan, sehingga mereka bisa memahami pilkada dengan benar.

Ha itu disampaikan saat tim SETARA Institute bersama perwakilan Koalisi Aspirasi Aceh beraudiensi bersama komisioner KIP Aceh dan jajarannya di Kantor KIP Aceh, Banda Aceh, Rabu, 3 Juli 2024.

Organisasi yang mewakili, yaitu Balai Syura, YouthID Foundation, Perempuan Peduli Leuser, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), Youth Forum of Aceh (YFA), Prodi Ilmu Politik UIN Ar-Raniry, dan Children and Youth Disabilites for Change (CYDC).

Audiensi tersebut menindaklanjuti hasil kegiatan-kegiatan dilakukan dengan beberapa organisasi masyarakat sipil (OMS).

SETARA Institute bersama Koalisi Aspirasi Aceh terus menjalankan kegiatan-kegiatan bertujuan mendorong dan meningkatkan iklim inklusi terhadap kelompok minoritas dan marginal, terutama menjelang Pilkada serentak 2024.

Momentum Pilkada 2024 menjadi kesempatan untuk menyuarakan secara intensif isu-isu inklusi agar para kontestan/calon kepala daerah, tokoh-tokoh politik, maupun partai politik dapat memberi perhatian kepada isu-isu inklusivitas, baik dalam hal mendorong partisipasi hingga pemenuhan hak kelompok marginal. Dengan demikian, pada setiap proses penyusunan program kerja atau pembuatan kebijakan di eksekutif maupun legislatif nantinya dapat saling diintegrasikan.

Mewakili Koalisi Aspirasi, Bayu Satria, menjelaskan sebelumnya SETARA Institute bersama Koalisi Aspirasi telah melakukan dialog dengan empat bakal calon gubernur Aceh untuk dapat memahami pemikiran, gagasan, dan idenya mengenai pemenuhan hak-hak kelompok marginal di Aceh.

“Sebagai rangkaian dari inisiasi bersama, SETARA Institute bersama Koalisi Aspirasi Aceh melanjutkannya dengan berkunjung dan berdialog bersama KIP Aceh,” kata Bayu dalam keterangannya dikutip pada Ahad (7/7).

Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan secara konkret strategi mendorong agenda-agenda pembangunan kelompok marginal sejak sebelum, saat, hingga sesudah pemilihan kepala daerah. Proses yang dilakukan terus berkesinambungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan kelompok-kelompok tersebut.

Koalisi mendorong penyediaan fasilitas bagi kelompok disabilitas untuk mendukung para penyandang disabilitas yang akan menggunakan hak suara pada hari pemilihan. Selain itu, juga meminta agar topik-topik yang berkaitan dengan pemberdayaan dan pemenuhan hak kelompok marginal dimasukkan dalam materi debat calon gubernur Aceh.

Wakil Ketua KIP Aceh, Agusni AH, menyambut baik gagasan dari Koalisi Aspirasi. Gagasan tersebut sejalan dengan strategi akan diupayakan KIP Aceh.

KIP Aceh menawarkan beberapa skema agar saran-saran dari Koalisi Aspirasi dapat mereka akomodasikan dalam proses pelaksanaan pilkada. Pertama, pelibatan perwakilan organisasi masyarakat sipil dan kelompok rentan dalam kegiatan-kegiatan sosialisasi yang dilakukan KIP Aceh.

Kedua, pengintegrasikan data pemilih disabilitas yang dimiliki oleh organisasi penyandang disabilitas dalam proses pemutakhiran data pemilih. Ini penting untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan sesuai kondisi tiap-tiap disabilitas. Ketiga, memasukkan isu kelompok marginal/rentan dalam materi debat kandidat calon kepala daerah.

“Kolaborasi ini penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pilkada sekaligus untuk meningkatkan jumlah pemilih dari kelompok rentan dalam Pilkada Serentak 2024,” kata Agusni AH didampingi dua komisioner yaitu Hendra Darmawan dan Iskandar Agani, serta Plt. Kepala Sekretariat KIP Aceh.

Untuk memasukkan isu kelompok marginal dalam materi debat, Agusni menawarkan beberapa skema. Pertama, mengakomodasikan perwakilan kelompok rentan sebagai panelis. Kedua, merumuskan dan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan terkait sebagai pedoman bagi panelis. Jika kondisinya memungkinkan, perwakilan kelompok bisa bertanya secara langsung kepada para kontestan ketika debat berlangsung.

SETARA Institute dan Koalisi Aspirasi Aceh mengapresiasi komitmen KIP Aceh dalam upaya membangun pelaksanaan proses pilkada yang inklusif. Namun, pengawasan dari masyarakat harus terus dilakukan sehingga masyarakat dari kelompok marginal tidak hanya menjadi objek selama pemilu atau pilkada. Penting memastikan masalah yang dihadapi kelompok marginal selalu menjadi prioritas utama dalam setiap agenda pembangunan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy