Ada Warga Terdampak Banjir Belum dapat Bantuan

Ketua DPRK Lhokseumawe: Jangan Limpahkan Kesalahan kepada Aparatur Gampong

Faisal H Isa Ketua DPRK Lhokseumawe
Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal H. Isa. Foto: Dokumen/Istimewa

Lhokseumawe – Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal H. Isa mengingatkan agar jangan dilimpahkan kesalahan kepada aparatur gampong soal masih ada warga terdampak banjir yang belum mendapatkan bantuan.

“Jangan limpahkan kesalahan kepada aparatur desa,” kata Faisal dalam keterangannya via pesan singkat kepada Line1.News, Rabu malam, 11 Maret 2026.

Faisal menyampaikan itu setelah menerima masukan dari beberapa aparatur gampong di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, terkait data warga terdampak banjir.

Menurut Faisal, ada sebagian masyarakat berasumsi bahwa aparatur desa yang tidak bekerja terkait pendataan terhadap dampak banjir. “Tapi, malah kebalikan, mereka [aparatur gampong] juga merasa disudutkan dalam hal ini,” ujarnya.

“Jangan sampai ada ‘bentrokan’ kembali antara masyarakat dengan pihak pemerintah desa [seperti pernah terjadi di salah satu gampong],” tambah Faisal.

Faisal menyebut hal ini perlu segera diluruskan. “Jangan ada yang mengutak-atik data saat sampai di dinas terkait,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Faisal, DPRK akan segera memanggil pihak yang bertanggung jawab terkait masih ada warga terdampak banjir yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Ketua DPRK Lhokseumawe: Ada yang Bermain dengan Bantuan Banjir

Sebelumnya, Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal mengungkapkan dugaan pembagian atau penyaluran bantuan banjir tidak tepat sasaran. Pasalnya, masih ada warga terdampak bencana disebut belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Ada yang berani bermain dengan bantuan untuk orang musibah [banjir]. Contohnya, di Desa Cot Trieng banyak warga yang terdampak tidak mendapatkan apa-apa sampai sekarang,” ungkap Faisal kepada Line1.News via pesan singkat, Rabu siang, 11 Maret 2026.

Faisal menyatakan dirinya sebagai salah satu saksi yang melihat langsung dampak banjir di Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe pada akhir November 2025. “Saya saksi hidup. Kami selama 4 hari di genangan air di Cot Trieng dan Ujong Pacu,” ujarnya.

Itulah sebabnya, politisi Partai Aceh ini mempertanyakan kepada Pemko Lhokseumawe mengapa sampai saat ini masih ada penyintas banjir seperti di Cot Trieng yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Ada apa ini?”

“Kami sudah memberitahukan kepada Sekda agar segera ditindaklanjuti [persoalan tersebut]. Apabila tidak diindahkan, kami akan melakukan Pansus (Panitia Khusus DPRK] terkait hal ini,” tegas Faisal.

Tidak hanya di Cot Trieng, Faisal juga menerima laporan bahwa masih ada penyintas banjir di Gampong Blang Naleung Mameh, Batuphat Barat, dan Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, yang belum mendapatkan bantuan.

“Mereka juga terdampak banjir dan sama-sama tidak mendapat bantuan,” tutur Faisal.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy