Banda Aceh – Kementerian Agama Aceh menerima mushaf Al-Qur’an hasil penulisan bersama para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Aceh dan mitra, Selasa, 10 Juni 2025.
Mushaf tersebut sebelumnya ditulis oleh para Guru PAI sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di provinsi dan kabupaten kota seluruh Aceh pada Senin, 17 Maret 2025, atau 17 Ramadan 1446 Hijriah.
Ketua Yasinamal Sapri Ali mewakili pengarah penulisan menyerahkan mushaf tersebut kepada Kepala Kemenag Aceh Azhari di ruang kerjanya saat silaturahmi hari pertama masuk kerja usai libur Iduladha.
Azhari menyampaikan apresiasi dan selamat atas selesainya pengadaan mushaf tersebut lewat program Gerakan Menulis Mushaf Al Qur’an (Gemma).
Gemma, sebut dia, merupakan program pendukung Tuntas Baca Tulis Al Qur’an (TBTQ) mandatory Kemenag Pusat, dan bagian dari Asta Protas atau Program Prioritas Kemenag Pusat.
“Pada hakikatnya, membaca belum tentu menulis, tapi menulis sudah pasti membaca. Contohnya banyak di antara kita yang bisa membaca dan hafal surah Al-Fatihah, tapi belum tentu bisa menuliskannya,” , ujar Azhari dikutip dari Laman Kemenag Aceh.
Dengan membiasakan menulis Al-Qur’an, kata dia, akan membentuk 20 karakter dalam diri setiap Muslim, di antaranya disiplin, teliti, dan fokus.
“Selain itu menulis Al-Qur’an juga merupakan salah satu metode menghafal terbaik di dunia. Seperti di Maroko, mereka menghafal Al-Qur’an dengan menulis di atas lauh (papan) yang telah disediakan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy