Juni 2025, Aceh Deflasi 0,13 Persen

Plt Kepala BPS Aceh Tasdik
Plt Kepala BPS Aceh Tasdik Ilhamuddin. Foto: Humas BPS

Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Aceh mengalami deflasi atau penurunan harga secara bulanan (month-to-month) sebesar 0,13 persen, dibandingkan Mei 2025.

“Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan tertinggi adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan deflasi sebesar 0,41 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,16 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) BPS Aceh Tasdik Ilhamudin dalam konferensi pers virtual, Selasa, 1 Juli 2025.

Tasdik menyampaikan, beberapa komoditas yang memengaruhi deflasi bulanan adalah cabai merah, diikuti ikan bandeng, tomat, bensin, dan ikan tongkol.

Sementara komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi bulanan di antaranya beras, emas perhiasan, sigaret kretek tangan, telur ayam ras, dan kacang panjang.

Tasdik menuturkan, secara tahunan (year-on-year), pada Juni 2025 Aceh mengalami inflasi 2,19 persen. Artinya, harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata 2,19 persen dibandingkan Juni 2024.

Berdasarkan data inflasi menurut kelompok pengeluaran, dapat dilihat makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi sebesar 0,74 persen.

Kemudian, pada Juni 2025, inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti emas perhiasan, beras, tarif air minum PAM, sigaret kretek mesin (SKM), dan ikan dencis.

Di sisi lain, pungkas Tasdik, ada komoditas yang memberikan pengaruh deflasi, di antaranya cabai merah, bawang merah, cabai rawit, bensin, cabai hijau.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy