Gajah Liar Ubrak-Abrik Kebun Warga di Cot Girek

Tanaman di kebun warga rusak kawasan Cot Girek, Aceh Utara, rusak diamuk kawanan gajah liar. Foto: Dok LPLHa
Tanaman di kebun warga rusak kawasan Cot Girek, Aceh Utara, rusak diamuk kawanan gajah liar. Foto: Dok LPLHa

Lhoksukon – Kawanan gajah liar mengubrak-abrik kebun warga di kawasan Dusun Batee Uleu, Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Rabu, 2 Oktober 2024. Dari temuan tim patroli gajah liar yang juga warga setempat, sedikitnya dua hektare kebun yang berisi pohon pinang, sawit, coklat dan jenis tanaman lainnya, porak-poranda, diamuk mamalia berbelalai tersebut.

Sehari sebelumnya, Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup & HAM (LPLHa) bersama tim Resort 12 Seksi Konservasi Wilayah 1 Aceh Utara dan warga telah menggiring kawanan gajah liar keluar dari area perkebunan warga di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong.

Kepala Divisi Konservasi SDA LPLHa, Hanif, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kawanan gajah liar di Batee Uleu itu kawanan yang sama di Blang Pante.

“Kami terus berupaya bersama Pemerintah Aceh Utara dan dibantu berbagai pihak perlu merumuskan solusi jangka panjang dalam bentuk berbagi ruang antara manusia dan satwa. Konsep kita adalah manusia harus aman, satwa aman dan aset warga juga aman. Semoga bisa terlaksana dalam kurun waktu berjalan,” kata Hanif dalam keterangannya, Kamis, 3 Oktober 2024.

Pada Selasa, 1 Oktober 2024, belasan ekor gajah liar yang memasuki area perkebunan warga di Gampong Blang Pante, berhasil dihalau. Ada dua kawanan gajah yang dihalau. Kawanan pertama diperkirakan berjumlah enam ekor gajah dewasa, dan kawanan kedua berjumlah 10 hingga 12 ekor gajah remaja dan anak gajah.

Baca Juga: Belasan Gajah Liar Dihalau dari Area Perkebunan Warga Paya Bakong

Selain itu,  ada juga gajah tunggal yang sangat dikenali warga setempat tapi telah menjauh ke dalam hutan. Setelah penggiringan itu, diperkirakan sekitar 13 ekor gajah masih berada di kawasan pinggiran hutan, atau belum jauh dari perkebunan warga.

“Tidak bisa dipastikan apakah kawanan gajah itu beberapa hari ke depan akan kembali memasuki kawasan perkebunan warga atau tidak. Yang jelas, upaya penggiringan sudah kita lakukan dan saat ini mereka telah kembali ke pedalaman hutan,” ujar Hanif, Rabu.

Interaksi negatif satwa dan manusia di wilayah koridor Kecamatan Cot Girek, Langkahan dan Paya Bakong, kata Hanif, telah berlangsung lama dan belum terselesaikan secara konprehensif hingga sekarang. Jika terus berlanjut, Hanif khawatir bisa merugikan petani kebun secara berkelanjutan karena selalu gagal panen.

Interaksi negatif satwa liar dan manusia, kata dia, bisa disebut sebagai bencana. LPLHa, lanjut Hanif, terus berupaya menyampaikan informasi kondisi masyarakat di pedalaman Aceh Utara, untuk diketahui banyak pihak agar mendapat perhatian atau penanganan serius.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy