Eks Marinir Gabung Tentara Bayaran Rusia Minta Pulang, TNI AL Tak Mau Ikut Campur

Eks Serda Marinir Satria2
Mantan anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Satria Arta Kumbara, yang telah menjadi tentara Rusia. Foto: Tiktok @zstorm689

Jakarta – Eks Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara yang viral pada Mei 2025 lalu karena bergabung dengan tentara bayaran Rusia untuk berperang di Ukraina, kini menyatakan keinginannya pulang ke Indonesia.

Saat ini, Satria disebut masih berada di garis depan pertempuran di wilayah Ukraina. Lewat akun TikTok @zstorm689 pada Minggu, 20 Juli 2025, dia menyampaikan permohonan maaf dan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta Menteri Luar Negeri Sugiono.

“Mohon izin, Bapak. Saya ingin memohon maaf sebesar-besarnya apabila ketidaktahuan saya menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia mengakibatkan dicabutnya warga negara saya,” ujar Satria dilansir dari Kompas.com, Selasa, 22 Juli 2025.

Dia mengaku tidak pernah berniat mengkhianati negara. Keputusannya bergabung dengan militer asing semata-mata karena kebutuhan ekonomi.

“Saya niatkan datang ke sini (Rusia) hanya untuk mencari nafkah. Wakafa Billahi, cukuplah Allah sebagai saksi,” ucapnya.

Baca juga: Gabung Tentara Rusia, Serda Marinir TNI AL Dipecat dan Hilang Status WNI

Satri juga mengaku telah berpamitan dan meminta restu ibunya sebelum berangkat. Namun, setelah menjalani hidup sebagai tentara bayaran, dia menyadari pencabutan kewarganegaraan Indonesia merupakan konsekuensi berat.

Karena itu, Satria memohon bantuan untuk mengakhiri kontrak dengan Rusia dan memulihkan kembali statusnya sebagai warga negara Indonesia.

Ia bahkan meminta warganet membantu menyebarkan pesannya ke admin Partai Gerindra agar sampai ke Presiden Prabowo.

“Jujur saya tidak ingin kehilangan kewarganegaraan saya, karena kewarganegaraan Republik Indonesia bagi saya segala-galanya dan tidak pernah ternilai harganya,” kata dia.

Satria juga menyertakan pesan dari anaknya di Indonesia yang mengucapkan selamat ulang tahun.

Dalam balasannya, Satria mengungkapkan kerinduannya kepada sang anak, sambil menyampaikan bahwa ia masih berada di garis depan Ukraina.

Baca juga: Pecatan Marinir TNI AL Gabung Rusia, Berapa Gaji Tentara Bayaran?

Sementara itu, TNI AL menyebutkan tak mau ikut campur karena persoalan tersebut merupakan ranah Kementerian Luar Negeri atau Kementerian Hukum.

“Menurut saya, pertanyaan ini akan lebih tepat ditanyakan kepada Kementerian Luar Negeri RI atau Kementerian Hukum RI terkait dengan status kewarganegaraan yang bersangkutan. Yang jelas, saat ini [Satria] sudah tidak ada lagi keterkaitan dengan TNI AL,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul.

Satria sebelumnya telah diberhentikan secara tidak hormat dari dinas militer melalui putusan hukum yang sudah inkrah. Dia dipecat karena dinyatakan bersalah atas tindak pidana desersi dalam waktu damai sejak 13 Juni 2022.

Putusan tersebut dibacakan oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada 6 April 2023 dalam perkara Nomor 56-K/PM.II-08/AL/IV/2023, dan telah berkekuatan hukum tetap (AMKHT) sejak 17 April 2023.

“Satria Arta Kumbara terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘desersi dalam waktu damai’ terhitung mulai tanggal 13 Juni 2022 hingga saat ini,” kata Tunggul.

Satria juga dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun, disertai tambahan hukuman berupa pemecatan dari dinas militer.

Maka, TNI AL menegaskan tidak ada kewajiban institusional mereka untuk menindaklanjuti permintaan Satria terkait permintaan kepulangannya ke Indonesia.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy