Dua Paket Rehab-Peningkatan Jaringan Utama Daerah Irigasi di Aceh Rp75 M, Ini 36 Lokasinya

BWS Sumatera I dan PT HK teken kontrak rehab DI
BWS Sumatera I telah menandatangani kontrak kerja dengan PT Hutama Karya terkait dua paket proyek Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Daerah di Provinsi Aceh sumber dana APBN 2025. Foto: Dokumen BWS Sumatera I

Banda Aceh – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan dana Rp75 miliar lebih untuk dua paket proyek Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama Daerah Irigasi (DI) Kewenangan Daerah di Provinsi Aceh.

Pagu Paket I senilai Rp48.749.252.000, dan Paket II Rp26.285.714.000, bersumber dari APBN tahun 2025.

Data tersebut dikutip Line1.News, Minggu, 12 Oktober 2025, dari LPSE Kementerian PU.

Kedua paket nontender pekerjaan konstruksi terintegrasi dengan metode pengadaan penunjukan langsung itu di bawah Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I Provinsi Aceh.

Perusahaan pelaksana kedua paket itu PT Hutama Karya (Persero), beralamat di Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Paket I dengan harga penawaran Rp48,746 miliar (M), dan hasil negosiasi menjadi Rp48,685 M lebih. Paket II harga penawaran Rp26,278 M, dan hasil negosiasi menjadi Rp26,270 M lebih.

Jadwal penandatanganan kontrak kedua paket itu pada 29 Agustus – 1 September 2025.

Lokasi pekerjaan Paket I berada di 33 Daerah Irigasi di Aceh. Adapun lokasi pekerjaan Paket II di tiga Daerah Irigasi di Aceh.

[Sumber: Uraian Singkat Pekerjaan Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Daerah di Provinsi Aceh Paket I dan II, dipublikasi pada LPSE Kementerian PU]

Mendukung Ketahanan Pangan

Dalam uraian singkat pekerjaan dijelaskan, Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama DI Kewenangan Daerah di Provinsi Aceh (Paket I) untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi yang rusak atau menurun kinerjanya, serta meningkatkan kapasitas dan efisiensi sistem irigasi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 33 DI dengan luas layanan hektare (Ha) yang terdapat pada 12 kabupaten di Provinsi Aceh.

Pekerjaan Paket I dilaksanakan selama 120 hari kalender dimulai sejak dikeluarkannya SPMK dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Adapun Paket II, penerima manfaat dari kegiatan ini tiga DI dengan luas layanan Ha yang terdapat pada tiga kabupaten di Provinsi Aceh.

Masa pelaksanaan pekerjaan dan masa pemeliharaan pekerjaan Paket II sama seperti Paket I.

‘Waktu Pelaksanaan Cukup Singkat’

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah menandatangani kontrak kerja dengan PT Hutama Karya. Penandatanganan kontrak disaksikan Kepala BWS Sumatera I, Kepala Satuan Kerja PJPA, dan Kasi Pelaksanaan.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan memperbaiki infrastruktur irigasi. Semua pihak terlihat optimis dengan kerja sama ini,” bunyi keterangan dirilis BWS Sumatera I di laman resminya pada 30 September 2025, dikutip Line1.News, Minggu (12/10).

Proyek yang disepakati meliputi rehabilitasi dan peningkatan jaringan utama Daerah Irigasi (DI) kewenangan daerah untuk Paket I dan Paket II. “Pekerjaan ini menyasar saluran-saluran irigasi yang sudah berusia lama dan butuh perbaikan. Dengan adanya perbaikan, aliran air ke sawah-sawah bisa lebih lancar dan efisien”.

“PT Hutama Karya dipercaya mampu menjalankan proyek dengan pengalaman yang dimiliki. Harapannya, proyek ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh”.

Kepala BWS Sumatera I dalam sambutannya menegaskan waktu pelaksanaan proyek ini cukup singkat. Karena itu, ia meminta agar pekerjaan segera dilakukan tanpa menunda. Percepatan kerja harus tetap dibarengi dengan menjaga kualitas hasil pembangunan.

Selain itu, kearifan lokal juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Koordinasi dengan dinas daerah pun dianggap sangat penting demi kelancaran proyek.

Proyek (Paket I) ini akan menyasar hingga 33 lokasi berbeda yang tersebar di seluruh Aceh. Setiap lokasi memiliki kebutuhan dan tantangan masing-masing dalam hal jaringan irigasi. “Dengan rehabilitasi yang dilakukan, petani diharapkan bisa lebih mudah mengakses air untuk sawah mereka,” tulis BWS Sumatera I.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy