Jakarta – Dosen Hubungan Internasional di FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), Dudy Heryadi, menyebutkan serial kartun anak Upin & Ipin merupakan media propaganda Malaysia.
Serial ini disebut Dudy menyebarkan propaganda mengenai budaya dan keseharian Malaysia, yang beberapa di antaranya bersinggungan dengan Indonesia.
Logat bahasa Melayu yang kental serta jalan cerita yang ringan dan membumi menjadikan Upin & Ipin mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat di kedua negara.
Jika dilihat dalam konteks Hubungan Internasional, kata Dudy, serial kartun itu sangat cocok dijadikan salah satu instrumen diplomasi budaya oleh Malaysia untuk lebih mempererat hubungan kedua bangsa.
“Sementara untuk kita, pemerintah harus pintar-pintar merespons propaganda yang dilakukan Malaysia ini. Kita tidak bisa sekadar marah-marah karena merasa kebudayaan kita diaku oleh orang lain. Tapi pemerintah harus mencari cara agar bangsa Indonesia mengenal budayanya sendiri dengan baik,” ujar Dudy kepada CNNIndonesia.com, Rabu dikutip Jumat, 5 Juli 2024.
Selain mempererat hubungan kedua bangsa, kata Dudy, serial itu juga digunakan oleh Malaysia untuk menyebarkan klaim budaya mereka yang umumnya bersinggungan dengan Indonesia.
Budaya-budaya itu termasuk lagu Rasa Sayange, keris, dan wayang kulit yang muncul dalam beberapa episode Upin & Ipin. “Jadi tentu saja akan digunakan oleh mereka untuk (mendapatkan) sebesar-besarnya keuntungan,” ujar Dudy.
Sejak dulu, Malaysia kerap bersengketa dengan Indonesia karena klaim budaya yang bersinggungan dengan RI. Malaysia sempat mengklaim lagu Rasa Sayange sebagai milik Negeri Jiran dan membuat marah warga RI. Pada 2007, lagu dari Maluku itu digunakan untuk mempromosikan turisme Malaysia. Lagu ini juga sempat digunakan sebagai pembuka Sea Games 2017 Malaysia.
Selain lagu Rasa Sayange, Tari Pendet dari Bali juga sempat diperdebatkan pada pertengahan 2009. Kala itu, Tari Pendet muncul di iklan ‘Enigmatic Malaysia’ di saluran televisi Discovery.
Beberapa hal lain yang juga dipersengketakan oleh Malaysia-RI yakni baju batik, alat musik angklung, wayang kulit, dan gamelan.
Indonesia dan Malaysia juga sering berselisih karena berbagai masalah mulai dari sengketa wilayah sampai persaingan olahraga.
Terlepas dari itu semua, Dudy sendiri memandang serial Upin & Ipin bernilai positif. Serial ini dapat mempertebal rasa saudara serumpun antara bangsa Indonesia dan Malaysia.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy