Aceh Utara – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Amiruddin mendesak Penjabat Gubernur Aceh segara membangun kembali Jembatan Krueng Sawang, di Desa Lhok Cut dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, mengingat status jalan dan jembatan tersebut kewenangan pemerintah provinsi.
“Kita sangat berharap kepada Bapak Pj Gubernur Aceh yang sekarang, untuk segera menganggarkan anggaran pembangunan kembali Jembatan Krueng Sawang, karena jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama Desa Lhok Cut, Kubu, Gunci, dan Blang Cut,” sebut Amiruddin, Rabu, 29 Januari 2025
Menurutnya, jika tidak segera dibangun jembatan baru maka roda perekonomian masyarakat Sawang terutama di empat desa tersebut akan macet, karena kesulitan mengangkut komoditas pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut. Bahkan masyarakat dari sejumlah desa di Kabupaten Bireuen juga memanfaatkan jembatan tersebut untuk beraktivitas. Pasalnya, Kecamatan Sawang, Aceh Utara berbatasan dengan Bireuen.
Menurut Amiruddin, meskipun Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah membangun jembatan gantung sementara yang berada tak jauh dari Jembatan Krueng Sawang, namun jembatan darurat itu tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. “Lantaran hanya sanggup menampung beban sekitar 1,5 ton serta sempit untuk dilalui kendaraan selain roda dua”.
Dia memperkirakan untuk pembangunan kembali Jembatan Krueng Sawang butuh dana sekitar Rp35 miliar.
“Kita berharap kepada masyarakat untuk bersabar, karena anggota DPRK Aceh Utara terutama Dapil Sawang terus memperjuangkan pembangunan kembali jembatan tersebut. Kita juga telah berkomunikasi dengan Wakil Bupati Aceh Utara terpilih, Tarmizi Panyang yang merupakan putra daerah Sawang untuk mendukung pembangunan jembatan itu,” kata Amiruddin.
Baca juga: Jembatan Krueng Sawang Ambruk, Pemerintah Aceh Diminta Segera Bangun Baru
Jembatan Krueng Sawang itu telah ambruk ke sungai, Senin malam, 27 Januari 2025.
“Jembatan Krueng Sawang yang sudah sangat tua itu aset Pemkab Aceh Utara. Pihak Dinas PUPR Aceh Utara membongkar jembatan itu untuk menyelamatkan aset. Pembongkaran sudah mencapai 75 persen. Tiba-tiba debit air sungai tinggi, arusnya sangat deras menghantam tiang penyangga dan tiang jembatan, sehingga jembatan ambruk ke sungai saat hujan,” kata Geuchik Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Fazir Ramli kepada Line1.News, Selasa (28/1).[]
Reporter: Fajar


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy