Jembatan Krueng Sawang Ambruk, Pemerintah Aceh Diminta Segera Bangun Baru

Jembatan Sawang ambruk ke sungai
Jembatan Krueng Sawang di Desa Lhok Cut-Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ambruk ke sungai, Senin malam, 27 Januari 2025. Foto: Istimewa

Aceh Utara – Jembatan Krueng Sawang di Desa Lhok Cut-Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ambruk ke sungai, Senin, 27 Januari 2025, sekitar pukul 21.00 waktu Aceh. Masyarakat Kecamatan Sawang meminta Pemerintah Aceh segera membangun jembatan baru mengingat status Jalan dan Jembatan Sawang itu merupakan kewenangan provinsi.

Jika tidak segera dibangun jembatan baru, roda perekonomian masyarakat Sawang akan macet lantaran warga tak bisa mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Informasi diperoleh Line1.News, masyarakat dari empat desa di sebelah barat jembatan Sawang itu, yakni Gampong Lhok Cut, Kubu, Gunci, dan Blang Cut, kini hanya bisa melintasi jembatan darurat untuk menuju ibu kota Kecamatan Sawang. Jembatan darurat tersebut dibangun oleh Dinas PUPR Aceh Utara, karena pihak dinas itu sedang membongkar Jembatan Krueng Sawang.

“Jembatan Krueng Sawang yang sudah sangat tua itu aset Pemkab Aceh Utara. Pihak Dinas PUPR Aceh Utara membongkar jembatan itu untuk menyelamatkan aset. Pembongkaran sudah mencapai 75 persen. Tiba-tiba debit air sungai tinggi, arusnya sangat deras menghantam tiang penyangga dan tiang jembatan, sehingga jembatan ambruk ke sungai saat hujan, tadi malam,” kata Geuchik Gampong Gunci, Fazir Ramli kepada Line1.News, Selasa (28/1).

Menurut Fazir, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Fazir menyebut jembatan darurat—berjarak sekitar 500 meter dari Jembatan Krueng Sawang—yang dibangun Dinas PUPR Aceh Utara pada pertengahan Desember 2024 lalu, hanya mampu menahan beban 1,5 ton.

“Saat ini masyarakat Sawang sangat berharap kepada Bapak Pj. Gubernur Aceh agar segera turun tangan, meminta Dinas PUPR Provinsi Aceh membangun jembatan baru, karena Jalan dan Jembatan Sawang sudah naik status menjadi kewenangan provinsi. Sebab, Jalan-Jembatan Sawang ini menghubungkan dua kabupaten, Aceh Utara dan Bireuen,” ujar Fazir.

Fazir menambahkan masyarakat Kecamatan Sawang tidak dapat mengangkut hasil pertanian dan perkebunan melalui jembatan darurat. “Kalau tidak segera dibangun jembatan baru, perekonomian masyarakat Sawang akan macet, karena biasanya hasil kebun yang dibawa lewat Jembatan Krueng Sawang mencapai 4 ton, bahkan lebih,” ucapnya.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy