Plt Kadis PUPR Aceh Utara: Butuh Anggaran Miliaran Rupiah untuk Bangun Pengaman Pantai Lhok Pu’uk

Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Jaffar, saat mengecek kerusakan akibat banjir rob di Desa Lhok Pu'uk. Jafar mengatakan perlu dibangun pengaman pantai di desa tersebut. Foto: Line1.News/Fajar
Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Jaffar, saat mengecek kerusakan akibat banjir rob di Desa Lhok Pu'uk. Jafar mengatakan perlu dibangun pengaman pantai di desa tersebut. Foto: Line1.News/Fajar

Lhoksukon – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jaffar mengatakan di Desa Lhok Pu’uk perlu dibangun pengaman pantai.

“Menurut hemat kami ini butuh bangunan pengaman pantai. Lebih detailnya nanti sesuai kajian dari pihak perencanaan. Namun kalau kita lihat secara visual lebih kepada bangunan pemecah ombak, yang bisa menangkap sedimen,” ujar Jaffar saat meninjau kerusakan akibat banjir rob di Desa Lhok Pu’uk Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Kamis dikutip Jumat, 20 September 2024.

Namun, kata Jafar, membangun pengaman pantai tentu membutuhkan anggaran besar. “Tentu bangunan pengaman pantai adalah bangunan yang mahal. Kemudian setelah ada perencanaan, harus ada kajian Amdalnya atau kajian lingkungan, apakah ini berdampak atau tidak,” ujarnya.

Saat ditanyakan berapa kisaran dana yang diperlukan, Jaffar menyebut angka puluhan miliar rupiah. “Kalau kisaran [kebutuhan anggaran] ini puluhan miliar [rupiah]. Karena kita lihat di lapangan hampir 4 kilometer [garis pantai terkena abrasi]. Sehingga ini harus betul-betul dikaji, dibuat perencanaan yang tanggap, matang, agar manfaat dari bangunan itu benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelas Jaffar.

Untuk saat ini, kata dia, Pemerintah Aceh Utara masih melakukan langkah awal dengan menginventarisasi kerusakan yang terjadi di Lhok Pu’uk. “Berapa besar kerugiannya, kemudian akan kami laporkan kepada Pak Pj Bupati yang kemudian akan melaporkan kepada pemerintah atasan.”

Banjir rob selama tiga hari, tambah Jaffar, telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur terutama badan jalan, harta benda masyarakat, dan terjadinya pergeseran bibir pantai.

Desanya Dihantam Pasang Purnama, Keuchik Lhok Pu’uk: Pj Gubernur, Pj Bupati, Anggota Dewan, Tolonglah Lihat Kami …

Sebelumnya, Keuchik Gampong Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, T Bahtiar berharap pemerintah kabupaten hingga pusat segera turun tangan membenahi infrastruktur desanya yang hancur setelah dihantam gelombang pasang.

“Pj Gubernur [Aceh], Pj Bupati [Aceh Utara], anggota dewan harus turun ke lapangan untuk melihat kondisi kami. Kami mohon. Dana tanggap darurat [yang ada] tolonglah [dipakai untuk] membantu kami yang sedang menderita ini,” ujar Bahtiar saat ditemui wartawan di lokasi terjangan pasang purnama Desa Lhok Pu’uk, Kamis, 19 September 2024.

Dia mengatakan gelombang pasang setiap tahun mengancam desa tersebut tapi kali ini sangat dahsyat. Saat gelombang pasang melanda Lhok Pu’uk pada Selasa, 17 September 2024, kata Bahtiar, 29 rumah warga hancur setelah terseret air laut. Sementara pada Kamis, kata giliran 9 rumah warga yang hancur. Sebagian badan jalan juga ikut hancur diterjang gelombang dan susah untuk dilalui.

Panjang garis pantai yang tergerus gelombang pasang purnama, kata Bahtiar, sekitar empat kilometer. “Jadi batu jeti yang sudah dipasang di laut itu, hingga hari ini sayapnya belum selesai, sehingga desa kami dibawa air setiap pasang purnama,” ungkapnya.

Akibat banjir rob, warga yang didominasi anak-anak telah mengungsi ke Meunasah Lhok Pu’uk. Dari Dusun Barat 140 KK atau 500 jiwa dan Dusun Teungoh 64 KK atau 285 jiwa.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy