Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan Seunuddon Aceh Utara Tak Melaut

Panglima Laot Kecamatan Seunuddon M Hasan. Foto: Line1.News/Fajar
Panglima Laot Kecamatan Seunuddon M Hasan. Foto: Line1.News/Fajar

Lhoksukon – Panglima Laot Seunuddon M Hasan mengungkapkan akibat tingginya gelombang laut yang mengakibatkan banjir rob, ribuan nelayan di kawasan tersebut tidak melaut sejak sepekan terakhir. Akibat musibah itu, satu perahu nelayan ikut hancur.

“Nelayan agak mengeluh masalah ombak besar. Satu boat sudah hancur di sini. Rumah sudah 38 yang hancur,” ujar Hasan saat ditemui di Lhok Pu’uk, Kamis, 19 September 2024.

Kondisi tersebut mengkhawatirkan karena warga di sana tidak memiliki mata pencaharian lain. “Enggak ada, karena delapan desa di [Kecematan] Seunuddon [mata pencahariannya] nelayan semua,” ujarnya.

Jumlah nelayan dari delapan desa di Seunuddon mencapai 1.200 orang. “Semuanya tidak melaut. [Pendapatan] enggak ada [karena tidak bisa melaut]. Sekarang boat-boat nelayan di-parkir di jalan,” ujar Hasan.

Bila kondisi normal, kata dia, pendapatan nelayan juga tidak menentu. “Gak tentu juga, kadang-kadang satu minggu sekitar 5 juta, 4 juta, ada yang 3 juta, ada yang 2 juta.”

Gelombang Pasang Terjang Pantai Lhok Pu’uk Seunuddon, Perahu Nelayan ‘Parkir’ di Jalan

Banjir rob melanda bibir pantai Gampong Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, pada Selasa siang, 17 September 2024. Menurut Keuchik Lhok Pu’uk T Bahtiar, saat banjir rob menerjang pada Selasa, 29 rumah warga hancur setelah terseret air laut. Sementara pada Kamis, gelombang pasang kembali memporak-porandakan 9 rumah.

Gelombang laut juga menyebabkan abrasi di sepanjang 4 kilometer garis pantai. Akibatnya, beberapa titik badan jalan aspal yang berada di dekat garis pantai, ikut amblas terkena abrasi.

Akibat bencana itu, warga Lhok Pu’uk, terutama yang kehilangan rumahnya, terpaksa mengungsi ke meunasah. Jumlahnya lebih dari 800 jiwa, sebagian besar anak-anak.

Plt Kadis PUPR Aceh Utara: Butuh Anggaran Miliaran Rupiah untuk Bangun Pengaman Pantai Lhok Pu’uk

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Jaffar mengatakan di Desa Lhok Pu’uk perlu dibangun pengaman pantai.

“Menurut hemat kami ini butuh bangunan pengaman pantai. Lebih detailnya nanti sesuai kajian dari pihak perencanaan. Namun kalau kita lihat secara visual lebih kepada bangunan pemecah ombak, yang bisa menangkap sedimen,” ujar Jaffar saat meninjau kerusakan akibat banjir rob di Desa Lhok Pu’uk Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Kamis dikutip Jumat, 20 September 2024.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy