Lhokseumawe – Pilkada 2024 sebentar lagi digelar. Saat ini dari ketiga bakal calon Wali Kota Lhokseumawe yang muncul, belum satu pun yang mengangkat isu konkret terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota atau APBK yang berpihak pada belanja modal atau belanja publik.
Sebab, dari tahun ke tahun, APBK Lhokseumawe lebih banyak dihabiskan untuk kebutuhan operasional. Hanya sedikit APBK yang bisa dipakai untuk belanja modal, yang notabene dibutuhkan untuk membangun kota.
Dana yang sedikit tentu tak mencukupi. Karena itu, pengamat politik Unimal, M Akmal, menyarankan wali kota terpilih nanti punya gagasan untuk memperbaiki kejomplangan tersebut. Salah satunya, kata Akmal, merangkul Pusat agar Lhokseumawe tak melulu bergantung pada APBK.
Hal lain yang bisa dilakukan, kata Akmal, memangkas anggaran untuk belanja aparatur, agar belanja modal yang tersisa jadi lebih banyak. “Ini kerja yang sangat serius dan butuh kemampuan yang hebat dengan melihat sejarah APBK Lhokseumawe dari 2018 hingga 2024 saat ini,” ujar Akmal.
Sebagai gambaran, berikut data APBK Lhokseumawe tujuh tahun terakhir, hasil penelusuran Line1.News:
Tahun Anggaran 2018
Realisasi Pendapatan Daerah Rp749,4 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp65,6 miliar
- Pendapatan Transfer Rp662,6 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp21,1 miliar
Realisasi Belanja Daerah Rp775,4 miliar
- Belanja Operasi Rp631,1 miliar
- Belanja Modal Rp143 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp308,4 juta
- Belanja Transfer [Belanja Bagi Hasil dan Belanja Bantuan Keuangan] Rp973,1 juta
Penerimaan Pembiayaan (Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran-SiLPA) Rp55,3 miliar
Pengeluaran Pembiayaan (Penyertaan Modal/Investasi Pemda) Rp2,3 miliar
Pembiayaan Neto Rp53 miliar
Tahun Anggaran 2019
Realisasi Pendapatan Daerah Rp864,4 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp61,4 miliar
- Pendapatan Transfer Rp781,5 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp21,4 miliar
Realisasi Belanja Daerah Rp873,4 miliar
- Belanja Operasi Rp669,4 miliar
- Belanja Modal Rp203,8 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp127,9 juta
- Belanja Transfer Rp0 (nihil)
Penerimaan Pembiayaan Rp26,9 miliar
Pengeluaran Pembiayaan Rp1 miliar
Pembiayaan Neto Rp25,9 miliar
Tahun Anggaran 2020
Realisasi Pendapatan Daerah Rp835,6 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp65,8 miliar
- Pendapatan Transfer Rp747,8 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp21,9 miliar
Realisasi Belanja Daerah Rp809,1 miliar
- Belanja Operasi Rp519,5 miliar
- Belanja Modal Rp177,2 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp10,8 miliar
- Belanja Transfer Rp101,4 miliar
Penerimaan Pembiayaan Rp16,9 miliar
Pengeluaran Pembiayaan Rp1,5 miliar
Tahun Anggaran 2021
Realisasi Pendapatan Daerah Rp799,1 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp61,9 miliar
- Pendapatan Transfer Rp706,7 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp30,4 miliar
Realisasi Belanja Daerah Rp786,5 miliar
- Belanja Operasi Rp528,1 miliar
- Belanja Modal Rp140,4 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp3,7 miliar
- Belanja Transfer Rp114,2 miliar
Penerimaan Pembiayaan Rp42 miliar
Pengeluaran Pembiayaan Rp6,1 miliar
Tahun Anggaran 2022
Realisasi Pendapatan Daerah Rp789,5 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp68,2 miliar
- Pendapatan Transfer Rp721,3 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp0 (nihil)
Realisasi Belanja Daerah Rp825,5 miliar
- Belanja Operasi Rp576,3 miliar
- Belanja Modal Rp142,2 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp2,1 miliar
- Belanja Transfer Rp104,7 miliar
Penerimaan Pembiayaan Rp48,4 miliar
Pengeluaran Pembiayaan Rp2 miliar
Pembiayaan Neto Rp46,4 miliar
Tahun Anggaran 2023
Realisasi Pendapatan Daerah Rp755,9 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp67,9 miliar
- Pendapatan Transfer Rp687,8 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp222 juta
Realisasi Belanja Daerah Rp728,4 miliar
- Belanja Operasi Rp548,5 miliar
- Belanja Modal Rp60,3 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp52,6 juta
- Belanja Transfer Rp119,5 miliar
Penerimaan Pembiayaan Rp10,5 miliar
Pengeluaran Pembiayaan Rp1 miliar
Pembiayaan Neto Rp9,5 miliar
Tahun Anggaran 2024 (Sedang Berjalan)
Target/Rencana Pendapatan Daerah Rp789,7 miliar
- Pendapatan Asli Daerah Rp71 miliar
- Pendapatan Transfer Rp705,3 miliar
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp13,3 miliar
Rencana Belanja Daerah Rp800 miliar
- Belanja Operasi Rp589,1 miliar
- Belanja Modal Rp86,9 miliar
- Belanja Tidak Terduga Rp3 miliar
- Belanja Transfer Rp121 miliar
Penerimaan Pembiayaan Rp12,3 miliar
Pengeluaran Pembiayaan Rp2 miliar
Pembiayaan Neto Rp10,3 miliar.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy