Menjaga Nyawa ‘Sanger’ di Meja Kopi: Cara BBPOM Aceh Pastikan Nongkrong Tetap Aman

Petugas BBPOM Aceh sedang melakukan pengujian sampel pangan di warung kopi kawasan Kajhu.
Petugas BBPOM Aceh melakukan pemeriksaan sampe di salah satu warung kopi di Kajhu, Aceh Besar, Rabu, 8 April 2026. Foto: Humas BBPOM Aceh

Banda Aceh, Line1.News – Bagi masyarakat Aceh, warung kopi bukan sekadar tempat menyesap kafein, melainkan “kantor kedua” hingga ruang silaturahmi yang tak pernah sepi. Memahami betapa sakralnya budaya ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh “blusukan” melalui program inovatif bernama Sanger (Sampel dan Pengawasan Pangan), Rabu, 8 April 2026.

“Sidak” edukatif yang berlangsung di kawasan Kajhu, Aceh Besar ini menyasar pusat-pusat aktivitas warga. Tujuannya satu: memastikan setiap gelas kopi dan piring kudapan yang tersaji di meja konsumen benar-benar aman dan layak konsumsi.

Edukasi di Balik Aroma Kopi

Bukan sekadar pemeriksaan formal, tim BBPOM yang dipimpin oleh Yanti selaku penanggung jawab kegiatan, melakukan pendekatan yang lebih humanis. Mereka menyusup ke sela-sela aroma kopi di lima warung kopi (warkop) yang dipilih secara acak untuk mengambil sampel sekaligus berbincang hangat dengan para pelaku usaha.

“Melalui program Sanger ini, kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi langsung. Kami ingin para pelaku usaha senantiasa memerhatikan aspek keamanan pangan,” ujar Yanti.

Menurutnya, menjaga kualitas bukan hanya soal rasa yang enak, tapi juga tentang tanggung jawab terhadap kesehatan pelanggan.

Kabar Baik dari Meja Uji

Proses pemeriksaan dilakukan secara objektif untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi keamanan pangan di lapangan. Mulai dari kebersihan tempat, pemilihan bahan baku, hingga cara pengolahan dipantau dengan teliti oleh petugas.

Hasilnya? Warga Kajhu bisa bernapas lega. “Hasil pemeriksaan terhadap lima warung kopi di kawasan Kajhu menunjukkan seluruh sampel memenuhi persyaratan dan aman dikonsumsi,” tegas Yanti.

Membangun Kepercayaan Konsumen

Tak hanya fokus pada angka dan hasil uji laboratorium, BBPOM juga aktif membina pemilik warkop agar konsisten menjaga standar kebersihan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mandiri bagi pengelola usaha.

Yanti menambahkan bahwa pengawasan berkala seperti ini akan terus berlanjut di berbagai titik lainnya. Dengan pangan yang bermutu dan aman, kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal pun akan semakin kuat.

Kini, warga tak perlu waswas lagi saat memesan segelas Sanger hangat, karena ada mata yang terjaga untuk memastikan keamanan setiap tegukannya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy