Psikolog UIN Ar-Raniry Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Ini Tips Pilih Daycare

Ilustrasi Daycare
Ilustrasi Daycare. Photo by Matiinu Ramadhan on Unsplash

Banda Aceh, Line1.News – Kasus kekerasan di tempat penitipan anak di Banda Aceh turut menyita perhatian publik. Kepolisian saat ini telah menetapkan tiga pengasuh sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadap balita berusia 18 bulan.

Psikolog UIN Ar-Raniry, Iyulen Pebry Zuanny, menilai kasus kekerasan di daycare tidak semata-mata disebabkan oleh kesalahan individu, melainkan hal ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem.

“Seperti kurangnya kompetensi pengasuh, lemahnya pengawasan, serta aturan yang tidak berjalan dengan baik,” kata Iyulan dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.

Menurutnya, fenomena tersebut sebagai indikasi adanya persoalan sistemik yang perlu segera dibenahi. Dia menjelaskan, dalam psikologi, anak usia dini sedang belajar merasa aman dan percaya pada lingkungan.

“Jika mereka mengalami hal buruk, dampaknya bisa panjang, seperti sulit mengatur emosi, sulit percaya pada orang lain dan terganggu perkembangan sosialnya,” katanya.

Baca juga: Polisi Kembali Tetapkan Dua Tersangka Baru Dugaan Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

Tips Sebelum Memilih Daycare

Sebagai akademisi, Iyulen memberikan beberapa tips bagi orang tua dalam memilih tempat penitipan anak atau daycare. Beberapa hal penting itu, seperti melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap daycare sebelum memutuskan menitipkan sang buah hati.

“Perhatikan cara pengasuh berinteraksi dengan anak, tanyakan aturan keamanan dan prosedur darurat. Ajak anak berkomunikasi walaupun sederhana dan percaya pada perasaan orang tua jika ada yang terasa tidak beres,” kata Iyulen.

Iyulen menegaskan status legalitas lembaga juga menjadi poin penting bagi orang tua dalam memilih daycare, program yang diberikan untuk mendukung perkembangan anak, jumlah pengasuh cukup, lingkungan bersih dan aman, serta lembaga terbuka dalam memberikan informasi.

“Yang paling penting, pilih daycare yang benar-benar peduli pada hubungan emosional dengan anak, bukan hanya sekadar menjaga. Karena hubungan yang baik sangat berpengaruh pada perkembangan anak ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Pasca-Kasus Dugaan Penganiayaan, Pemko Banda Aceh Evaluasi Ketat Daycare

Ciri-ciri Anak Mengalami Kekerasan

Untuk mendeteksi kemungkinan kekerasan pada anak, Iyulen menyebut bahwa orang tua dapat melihat tanda-tanda dari perubahan perilaku anak, misalnya anak tiba-tiba jadi sangat takut atau sering menangis, menolak pergi ke daycare, pola tidur atau makan berubah dan perkembangan mundur, seperti kembali mengompol.

“Hasil deteksi awal ini perlu diasesmen lebih lanjut oleh tenaga profesional yaitu psikolog,” jelas Iyulen.

Sementara untuk mendeteksi kekerasan pada anak-anak yang belum bisa bicara, Iyulen mengatakan, biasanya terlihat dari tubuh dan perilaku, seperti tubuh menegang atau ketakutan saat bertemu orang tertentu.

Selain itu, sang anak menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas, ada luka atau memar yang tidak wajar, menjadi sangat pendiam atau justru terlalu lengket, sulit tidur atau sering terbangun, namun setiap anak bisa jadi cirinya berbeda-beda.

“Oleh karena itu, orangtua perlu segera mencari pertolongan psikolog untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam agar tidak menjadi masalah lebih serius pada kondisi psikologis dan perkembangan anak,” ungkapnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy