Lhoksukon – Pemerintah Aceh menganggarkan dana miliaran rupiah dalam APBA tahun anggaran 2026 untuk sektor perikanan di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Sejumlah proyek mulai dari rehabilitasi tambak, normalisasi saluran tambak, hingga pengadaan benih dialokasikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh.
Hasil penelusuran Line1.News pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) DKP Aceh, Senin, 6 April 2026, proyek ini difokuskan pada pemulihan ekonomi masyarakat pesisir, terutama di wilayah yang terdampak banjir.
Berikut adalah rincian paket proyek tersebut:
1. Fokus Utama: Kecamatan Baktiya Barat
Kecamatan ini menjadi sasaran dari alokasi porsi besar untuk perbaikan infrastruktur tambak.
* Rehabilitasi Tambak (Rata-rata Rp345 Juta – Rp349 Juta/paket):
Desa Matang Sijuek Barat (2 paket), Matang Sijuek Teungoh (2 paket), Matang Sijuek Timue, Meurandeh Payah, Kemukiman Buah, dan Kemukiman Sampoiniet.
* Normalisasi Saluran Tambak (Rp260,1 Juta – Rp349 Juta/paket):
Mencakup Desa Matang Sijuek Teungoh (termasuk di Alue Manok Puteh dan Alue Jampe), Desa Blang Rue, Lhok Incien, Matang Paya, Matang Sijuek Barat (termasuk di Alue Blang Baroeh), Matang Sijuek Timue, dan Meurandeh Paya.
* Infrastruktur Pendukung: Lanjutan Jalan Produksi Tambak Desa Matang Sijuek Teungoh senilai Rp278,4 juta.
2. Kecamatan Seunuddon: Pemulihan Pascabanjir
Seunuddon menjadi titik fokus bantuan alat tangkap dan benih melalui mekanisme tender.
* Infrastruktur & Alat Tangkap:
- Normalisasi Tambak Desa Bantayan (Pascabanjir): Rp500 juta (Tender).
- Pengadaan Fiber/Cool Box & Jaring Ikan (Seunuddon – Tanah Jambo Aye): Masing-masing Rp479 juta per paket (Tender).
- Rumpon Dasar: Rp379 juta (Tender).
* Bantuan Benih & Pakan (Pascabencana):
- Benur Vaname Kelompok Berkah Piadah & Kelompok Saban-Saban Bantayan: Masing-masing Rp485 juta (Tender).
- Bantuan bibit Nila Salin, Bandeng, dan Kakap tersebar di Desa Lhok Pu’uk, Cot Patisah, Alue Capli, Blang Glumpang, Teupin Kuyun, hingga Matang Anoe.
3. Sebaran Benih di Kecamatan Lain (Aceh Utara)
* Tanah Jambo Aye: Benih Bandeng & Nila Salin di Desa Glumpang Umpung Uno, Tepin Gajah, dan Merbo.
* Tanah Pasir & Lapang: Benih Bandeng dan pakan di Desa Me Merbo dan Geulanggang Baro.
* Kecamatan Lapang: Pembangunan Tambak HDFE & Sarpras Udang Vanname senilai Rp250 juta.
4. Wilayah Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe juga mendapat alokasi untuk tiga kecamatan:
* Normalisasi Saluran Tambak: Kecamatan Muara Satu, Muara Dua, dan Blang Mangat (Pagu Rp349 juta per paket).
* Pengadaan Bibit: Nila Salin (Batuphat Barat) dan Bandeng (Batuphat Timur) masing-masing senilai Rp185 juta.
Selain paket fisik dan pengadaan barang, DKP Aceh juga mengalokasikan paket jasa konsultansi untuk pengawasan dan perencanaan terkait pekerjaan konstruksi.
Analisis Ringkas Anggaran:
Baktiya Barat menjadi sasaran alokasi terbesar dengan total mencapai Rp6,5 miliar lebih, yang didominasi oleh belasan paket rehabilitasi dan normalisasi saluran tambak.
Seunuddon menyusul dengan total Rp4,11 M lebih, dengan fokus besar pada pengadaan alat tangkap (fiber, jaring) dan bantuan benih pascabencana.
Kota Lhokseumawe (Muara Satu, Muara Dua, Blang Mangat) mendapatkan alokasi yang lebih merata untuk normalisasi saluran, dengan total gabungan sekitar Rp1,41 M.
Berikut sebagian paket dalam RUP DKP Aceh TA 2026:





[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy