Takengon – SMP Negeri 2 Takengon melaksanakan kegiatan khatam Al-Qur’an yang dirangkai peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dalam program Sekolah Pelangi Gemar Membaca Al-Qur’an pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertepatan dengan 17 Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Haili Yoga didampingi Bunda Guru Risnawati, yang memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sejak usia sekolah.
Kepala SMP Negeri 2 Takengon, Salimsyah, menyampaikan kegiatan khatam Al-Qur’an tersebut bagian akhir dari rangkaian program inovasi sekolah ‘Menuju Sekolah Pelangi’, yang sebelumnya telah diluncurkan Bupati Aceh Tengah pada 20 Agustus 2025.
Dia menjelaskan sejak 7 September 2025 pihak sekolah mulai menjalankan program membaca Al-Qur’an secara rutin yang melibatkan seluruh siswa dan guru.
Untuk membantu siswa yang masih dalam tahap belajar membaca Al-Qur’an, sekolah juga membuat program “Bengkel Al-Qur’an” yang menjadi kegiatan wajib dalam ekstrakurikuler setelah jam pelajaran reguler selesai.
“Program ini juga bekerja sama dengan lembaga tahfiz Darul Lughah yang dibimbing oleh Tengku Irwansyah Usman, Imam Besar Masjid Muhammadiyah Takengon”, ujar Salimsyah, dilansir laman Pemkab Aceh Tengah.
Selain itu, setiap pagi para siswa mengikuti kegiatan membaca Al-Qur’an selama satu jam, dimulai pukul 07.30 hingga 08.30. Pada 15 menit terakhir, guru memberikan tarjih Al-Qur’an, yaitu penjelasan makna dan manfaat ayat yang dibaca agar siswa tidak hanya membaca tetapi juga memahami isi Al-Qur’an.
Dalam program Sekolah Pelangi tersebut, SMP Negeri 2 Takengon juga menyediakan berbagai kegiatan pilihan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa. Di antaranya, kelas multimedia, seni didong, seni tari, bengkel matematika, bengkel bahasa Inggris, serta bahasa Arab.
Baca juga: Instruksi Bupati Aceh Tengah: Salat Berjemaah dan Gemar Membaca Al-Qur’an
‘Anak-anak Cinta kepada Al-Qur’an’
Bupati Haili mengatakan pemerintah daerah memiliki cita-cita besar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Cita-cita kami adalah agar anak-anak kita cinta kepada Al-Qur’an. Target kami di akhir masa kepemimpinan, 90 persen masyarakat Aceh Tengah sudah membaca Al-Qur’an,” ujar Haili.
Haili menegaskan keberkahan hidup akan hadir ketika masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman. Karena itu, dia berharap di masa mendatang tidak ada lagi anak-anak, orang tua, maupun masyarakat yang tidak membaca Al-Qur’an.
Bupati Haili mengapresiasi dedikasi para guru yang telah membimbing siswa dengan penuh kepedulian.
“Anak-anakku harus bangga bersekolah di sini, karena memiliki kepala sekolah dan guru yang peduli dan mencintai murid-muridnya melalui Al-Qur’an. Guru adalah pelita kehidupan. Siapa yang selalu mendoakan gurunya, insyaAllah akan menjadi anak yang sukses,” ucapnya.
Haili juga menyampaikan bantuan kepada beberapa siswa yang tinggal di panti asuhan dan yayasan, masing-masing Rp500 ribu yang akan diserahkan sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Haili menegaskan tujuan utama gerakan ini bukan sekadar banyaknya bacaan Al-Qur’an, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemauan dan kecintaan untuk membaca serta mengamalkannya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy